Hutan Bali barat mengering
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Gilimanuk, balipuspanews.com -Kawasan hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) mulai mengering lantaran dilanda kemarau panjang.

“Penyebab kebakaran selain faktor alam juga karena faktor manusia yakni sengaja membakar rerumputan kering agar bisa tumbuh untuk pakan ternak atau membuang puntung rokok sembarangan,” kata  Kasubag TU TNBB, Wirawan saat dikonfirmasi Sabtu (23/6).

Ia  mengatakan saat musim kemarau memang kawasan hutan TNBB terutama semak-semak dan sabana rawan terbakar.

Titik rawan terbakar diantaranya a semak-semak dan rerumputan wilayah Gilimanuk, disepanjang jalur Cekik Singaraja terutama mulai dari kawasan Pelengkong Teluk Terima sampai Banyuwedang termasuk kawasan Menjangan Resort dan sabana di  Perapat Agung.

Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, TNBB sudah mulai mempersipakan berbagai langkah. Seperti melakukan patroli rutin pencegahan kebakaran ke ke titik-titik rawan kebakaran dan membentuk masyarakat peduli api (MPI).

“Masyarakat peduli api ini kita bentuk dari masyarakat yang tinggal didaerah pentanding TNBB,” jelasnya.

Selain itu juga dibentuk masyarakat mitra Polhut yang nantinya bersama-sama melakukan pengawasan di hutan TNBB. Pihaknya juga bekerjsama dengan Balai pengendalian Peruhanan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPI Karhutla) dan patroli bersama. Pemetaan kawasan rawan kebakaran juga dilakukan dan setelah itu akan dilaukan pembakaran terkendali di wilayah yang rawan.

“ Di titik yang rawan itu kita akan isloasi atau disekat-sekat dahulu. Setelah itu kita bakar dan apinya kita kendalikan. Tujuanya agar titik rawan kebakaran itu aman dari kebakaran besar yang tidak terduga,” ungkapnya.

Untuk peralatan, TNBB juga sudah menyiapkan jet shooter (alat pemadam gendong) mobil khusus pemadam kebakaran dihutan dan mobil tangki serta pelatan lainya.

“Mudah-mudahan saat musim kemarau ini tidak ada kebakaran di kawasan TNBB dan tidak ada masyarakat yang sengaja membakar semak atau membuang punting rokok di semak yang kering,” pungkasnya.  (nm/bpn/tim)

 

Advertisement

Tinggalkan Komentar...