Sabtu, Mei 18, 2024
BerandaDenpasarKawasan Serangan Dirancang Jadi Kampung Kuliner Seafood dan One Stop Tourism

Kawasan Serangan Dirancang Jadi Kampung Kuliner Seafood dan One Stop Tourism

DENPASAR, balipuspanews.com
Kawasan Desa Adat Serangan akan dijadikan sebagai prioritas Pemerintah Kota Denpasar di bidang pariwisata. Seperti di kawasan Serangan akan dirancang sebagai Kampung Kuliner Seafood dan One Stop Tourism.

Wacana itu dikatakan langsung oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memimpin langsung rapat pembahasan Company Social Responsibility (CSR) Pengembangan Wilayah Serangan yang dilaksanakan di Ruang Praja Madya, Kantor Walikota Denpasar, Jumat (28/7/2023).

“Tentu dengan berbagai potensi yang ada di wilayah Desa Adat Serangan seperti wisata kuliner seafood bahkan wisata spiritual dengan adanya Pura Sakenan dan Masjid As-Syuhada bila dikembangkan dan dikemas lebih lanjut akan memiliki nilai untuk menarik wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Dilain sisi pengembangan melalui pelatihan ini juga bagus bagi pengembangan sumber daya manusia masyarakat di Desa Adat Serangan,” ujar Arya Wibawa.

Sementara Plt. Kadis Pariwisata Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty menjelaskan, rapat pembahasan kali ini membahas terkait dana CSR dimana dananya dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini nantinya akan mengucurkan dana yang akan dimanfaatkan menjadi program pelatihan.

BACA :  Bareskrim Polri Buru Dua DPO Ukraina, Imigrasi Tingkatkan Kewaspadaan

Lebih lanjut dijelaskan, Pengembangan Kampung Kuliner Seafood Serangan akan diawali degan pelatihan terkait sanitasi, higienitas pengolahan produk kuliner serta program membedah potensi kuliner yang ada di Serangan.

Beberapa potensi yang khas yakni olahan cumi, udang, gurita, rumput laut, sehingga begitu dikembangkan menjadi kampung kuliner akan memiliki cita rasa khas yang bernilai jual secara nasional maupun internasional.

“Nanti juga rencananya akan mendatangkan ahli kuliner internasional untuk bisa membedah resep-resep kuliner tradisional di Serangan itu sehingga dapat dikemas lebih baik tanpa meninggalkan budaya dan heritage nya,” ujarnya.

Rencana CSR ini diharapkan dalat dilakukan pada 2023 dan 2024 dalam bentuk pelatihan pemandu wisata lokal (local guide), pelatihan manajemen acara, pelatihan hospitality serta pelatihan Food and Beverage untuk bisa mengolah dan mengemas segala potensi yang ada di Serangan ini.

Selain itu di 2024 nanti juga akan dilaksanakan pelatihan Pengelola Kampung Kuliner oleh BUPDA Desa Adat Serangan. Selain itu akan dilakukan pelatihan Pusat Informasi Turis.

BACA :  Sinergitas KemenPPPA Pastikan Akses Keadilan bagi Perempun Berhadapan dengan Hukum

Tak hanya itu, terdapat pula sebanyak 25 UMKM pedagang souvenir akan mendapat pelatihan dan pendidikan. Selain itu adanya sarana-sarana penunjang seperti pembangunan Jogging Track di wilayah yang dikembangkan ini seperti kesepakatan tadi akan dikaji dan diusulkan ulang untuk dilakukan perancangan ulang dari dari pihak BTID agar lebih menyamakan persepsi terkait konsep dengan pihak Pemkot Denpasar.

“Semuanya menjadi harapan kami agar nanti wilayah Serangan ini dapat menjadi One stop Destination dimana para wisatawan yang berkunjung akan mendapatkan paket lengkap wisata dalam satu lokasi meliputi wisata belanja produk kerajinan, wisata kuliner, wisata alam bakhan wisata spiritual. Tentu akan meningkatkan nilai dari Pariwisata di Kota Denpasar juga,” harap Laxmy Saraswaty.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Kadis Pariwisata Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty. Hadir pula Kepala Sub Bidang Pariwisata Bapennas RI, Istasius Angger Anindito, perwakilan dari PT. Bali Turtle Island Development (BTID), Anggota DPRD Kota Denpasar, Wayan Suadi Putra serta perwakilan masyarakat Desa Adat Serangan.

BACA :  PJ Bupati Lihadnyana Dorong Pembangunan Kesehatan Berorientasi Sehat

Penulis: Gde Candra
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular