- Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang diusung PDI Perjuangan Dr Ir Wayan Koster MM dan Dr Ir Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati MSi (KBS-ACE)
- Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang diusung PDI Perjuangan Dr Ir Wayan Koster MM dan Dr Ir Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati MSi (KBS-ACE)
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, balipuspanews.com – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang diusung PDI Perjungan Dr Ir Wayan Koster MM dan Dr Ir Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati MSi (KBS-ACE) bertekad menata pembangunan Bali ke depan secara holistik, melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui pola pembangunan semesta berencana.

Hal ini memiliki makna, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, secara sekala-niskala. Menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno: berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Jalan itu ditempuh melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi di wilayah Bali dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata KBS, dalam acara Deklarasi Pilgub Bali di Bangli, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakannya, Bali memiliki komposisi masyarakat dan warisan budaya yang unik. Tidak ada satupun etnis di dunia ini yang persis seperti Bali. Tata cara kehidupan yang mengait dan menyatu dalam alam secara sekala dan niskala, tersebut tercantum dalam nilai-nilai Sad Kertih yaitu enam sumber kesejahteraan atau kebahagiaan kehidupan yang terdiri dari: Atma Kertih, Danu Kertih, Wana Kertih, Segara Kertih, Jana Kertih, dan Jagat Kertih. Tatanan kehidupan masyarakat Bali ini merupakan Genuine Bali.

Orientasi, arah kebijakan dan Program Pembangunan Bali di masa datang yang diselenggarakan dengan menerapkan Pola Pembangunan Semesta Berencana, merupakan untaian benang merah yang menghubungkan Bali dalam dimensi waktu menurut konsep Tri Semaya: Atita, Nagata, dan Wartamana, yaitu kondisi Bali di masa lalu, kondisi Bali di masa kini, dan kondisi Bali di masa datang.

Dalam konteks mengisi pembangunan Bali yang dikembangkan sesuai dengan potensi masing-masing wilayah kabupaten/kota, maka arah kebijakan pembangunan harus memastikan adanya keseimbangan, keadilan, dan pemerataan pembanguanan di wilayah Bali.

Bangli memiliki alam yang sangat indah, ada gunung Batur, danau Batur, desa tua dengan adat istiadat, tradisi, seni, dan budaya yang luhur, pura, cagar budaya, kawasan hutan, sumber mata air, dengan udara yang sejuk, serta masyarakatnya memliki karakter yang polos, rajin, ulet, undagi, etika, dan santun serta penuh toleransi.

“Pembangunan di Kabupaten Bangli harus didorong dengan lebih cepat sesuai dengan potensi alam yang dimiliki, dengan tidak boleh merusak alam dan budaya yang ada ditengah-tengah masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangli,” ujar pria kelahiran Sembiran, Buleleng ini.

Pada akhir pemaparannya, KBS-ACE memohon doa dan dukungan kepada seluruh lapisan masyarakat Bangli, agar bisa melaksanakan konsep pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Bali secara keseluruhan.

Tinggalkan Komentar...