Wayan Koster (memakai udeng putih) disambut antusias segenap kompenen masyarakat, ketika menghadiri acara Deklarasi Pilgub 2018 di Kota Bangli
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, balipuspanews.com – Dukungan kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang diusung PDI Perjuangan Dr Ir Wayan Koster MM dan Dr Ir Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati MSi (KBS-ACE) tak hanya dari unsur PDI Perjuangan, sejumlah komponen masyarakat pun memperlihatkan sikap yang sama.

Mereka terdiri dari berbagai komunitas, mulai dari seniman, bendesa adat, rohaniawan, petani, pensiun guru, hingga tukang ojek, naik keatas panggung mendeklarasikan dukungan dan siap mengantarkan KBS-ACE sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2018. Hal ini terlihat ketika dilangsungkan Deklarasi Pilgub 2018 di Kota Bangli, baru-baru ini.

Bendesa Adat Bebalang I Nengah Mudana menyatakan, sosok Wayan Koster selama ini sudah banyak berbuat untuk Kabupaten Bangli, mencakup bidang budaya, infrastruktur dan lainnya.

“Beliau (KBS) memberikan kami bantuan seperangkat gong serta bantuan lainnya untuk desa-desa di seluruh Bangli. Beliau sudah memberikan bukti, sosok yang satya wacana, sulit mencari tokoh seperti ini,” kata Mudana.

Dia melanjutkan, kalau nanti terpilih menjadi pemimpin Bali, maka KBS-ACE diminta dapat meningkatkan perhatian kepada desa pekraman.

Sementara itu, besarnya perhatian KBS kepada seni dan budaya dipertegas anggota sanggar seni Armada Desa Sulah, Susut, Ni Ketut Widiasih. Dirinya mewakili anggota sanggar seni Armada mengucapkan terima kasih kepada KBS, karena telah memberikan bantuan seperangkat gong kebyar.

Bantuan ini kata dia, sangat banyak manfaatnya dalam menunjang kegiatan seni di sanggar Armada. “Kami selaku pelaku seni sudah sangat merasakan perjuangan KBS, maka dari itu kami siap memenangkan KBS-ACE yang terbukti ‘satya wacana’,” ujar Widiasih.

Sementara itu, Nyoman Budiasih, pensiunan guru menyatakan sangat berterima kasih kepada KBS, karena perjuangannya di pusat dalam menyusun Undang-Undang Guru dan Dosen. “Dengan demikian guru mendapatkan tambahan kesejahteraan dengan mendapatkan tunjangan profesi,” katanya.

Tinggalkan Komentar...