I Kadek Satria
I Kadek Satria
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com- Kembalinya terjadi tindak pelecehan yang terjadi areal petirtan di kawasan
Ubud, Gianyar oleh Wisatawan yang tidak bertanggungjawab membuat peristiwa itu viral di media sosial dan ramai diperbincangkan.

Untuk itu agar tidak terulang terus peristiwa seperti ini terjadi, praktisi sarankan pentingnya ada regulasi yang mengatur terkait Kawasan Suci atau Pura di Bali agar “Taksu Bali” tetap terjaga.

Praktisi I Kadek Satria menilai agar Pemerintah atau Desa adat membuat regulasi tentang pura yang dijadikan sebagai tempat wisata agar tak terulang lagi hal seperti ini, disamping juga penegakan hukum kepada pengunjung agar memberi efek jera terhadap perilaku yang dilakukannya.

“Pandangan kami terhadap persoalan Bule melecehkan Pura di Ubud, Secara umum, pengawasan Pura sebagai tempat wisata masih sangat kurang sehingga terjadinya berbagai pelanggaran di Pura memang sering terjadi, dan biasanya kita akan bingung ketika sudah terjadi, padahal sebaiknya kita lakukan pencegahan dengan berbagai peraturan dan regulasi,” tegas Satria.

Disamping itu, dengan terjadinya peristiwa di Ubud ini, dirinya berharap pengelolaan Pura sebagai tempat wisata mestinya memiliki aturan yang jelas dan pengawasan pura itu lebih dimanajemen dengan baik, untuk mengurangi hal itu terjadi.

” Guide mestinya mengarahkan pengunjung dan memberikan pemahaman tentang hal itu kepada para wisatawan,” imbuhnya yang juga sebagai Dosen Agama Hindu di Universitas Hindu Indonesia, Kamis (15/8)

Selain itu, Pria asal Singaraja ini menyarankan agar diselidiki motif bule yang melakukan itu sudah mengetahui bahwa itu adalah tempat suci, air suci dan sebagainya toh dia melakukan hal itu maka perlu dilakukan proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selaku Akademisi Agama Hindu, Satria menyarankan apabila terjadi pelecehan begini maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan, pertama melakukan pembersihan sekala dan niskala oleh yang bersangkutan yang disaksikan oleh desa adat setempat dan warga pengempon pura. Hal lain juga yang perlu dilakukan adalah sesuai ketentuan awig-awig yang ada di Pura tersebut.

“Ada rekomendasi saya pasca peristiwa ini. Pertama lakukan pembersihan pura secara sekala dan niskala, kedua seluruh pura yang ada di bali yang dijadikan objek wisata agar membuat peraturan yang jelas terhadap pengunjung, ketiga setiap pengunjung wajib bersama guide setempat, pungkas Satria. (bud/bpn/tim).