Kejari Kembali Panggil 8 Tersangka, 1 Berhalangan Hadir Karena Sakit

Salah satu tersangka berinisial MDSN setelah mengikuti pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Singaraja, Selasa (16/2/2021)
Salah satu tersangka berinisial MDSN setelah mengikuti pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Singaraja, Selasa (16/2/2021)

BULELENG, balipuspanews.com – Tim penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng terus mengembangkan dugaan kasus penyalahgunaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pariwisata.

Selasa (16/2/2021), penyidik memanggil delapan orang tersangka untuk menjalani pemeriksaan. Namun, satu tersangka berinisial NG tidak hadir dengan alasan sakit.

Pemanggilan tersangka dibenarkan Kasi Intel Kejari Buleleng, Anak Agung Jayalantara. Menurutnya, dalam pemanggilan lanjutan itu kedelapan tersangka yang dimana satu diantaranya tidak bisa hadir karena sakit.

Mereka diperiksa sebagai saksi dan juga tersangka dalam dugaan kasus penyalahgunaan dana PEN pariwisata. Dalam proses pemeriksaan yang berlangsung cukup lama itu, penyidik memberikan 30 sampai 35 pertanyaan kepada para tersangka.

“Semua tersangka yang dipanggil, namun satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka diberikan pertanyaan diatas 30 pertanyaan,” kata Jayalantara, Selasa (16/2/2021) Siang.

Lebih lanjut tim penyidik terus melakukan pendalaman terkait dugaan kasus itu, termasuk kembali direncanakannya pemeriksaan dari saksi tambahan yang akan dilaksankan Rabu (17/2/2021).

Meski pun begitu, tim penyidik masih tetap menanyakan kepada para tersangka jika memiliki saksi yang menguntungkan yang dimana hal ini sesuai dengan pasal 116 KUHP terkait hal itu.

“Sesuai pasal 116 KUHP. Rata-rata tidak mengajukan saksi yang menguntungkan, namun ada beberapa yang masih berpikir akan mengajukan,” paparnya.

Disisi lain salah satu kuasa hukum tersangka MDSN yakni Nur Abidin, SH, CTL mengatakan, apa yang dilaksanaakan pihak Kajari telah dilakukan secara baik dan humanis.

“Jadi pemeriksaan ini berjalan cukup baik dan humanis dari pihak kejaksaan luar biasa,” ungkapnya.

Dalam pemeriksaan kliennya diakui bahwa kliennya hanya menjawab sebanyak 27 pertanyaannya. Namun ia masih berpikir soal saksi-saksi yang bisa menguntungkan tersangka.

Bahkan kliennya yakni MDSN masih terlihat sedih dan terpukul akibat dari kasus yang terjadi itu. Kemudian disinggung soal kasus itu kepada pengacara, ia menegaskan, bahwa pihaknya belum bisa menerima dan ingin terus berusaha meyakinkan bahwa MSDN tidak terlibat dalam kasus itu.

“Kami harus yakin bisa membuktikan, bisa meyakinkan peradilan bahwa klien (MSDN) kami tidak melakukan perbuatan yang disangkakan karena klien kami sudah melakukan pekerjaannya sesuai tugas dengan kewenangan dan regulasi yang ada jadi seperti itu keyakinan kami,” tutupnya.

Penulis : Nyoman darma

Editor : Oka Suryawan