Minggu, Juli 21, 2024
BerandaDenpasarKelompok "Bajing Kids" Gegerkan Kota Denpasar, Ajak Pelajar SMP dan SMA Mabuk-mabukan

Kelompok “Bajing Kids” Gegerkan Kota Denpasar, Ajak Pelajar SMP dan SMA Mabuk-mabukan

DENPASAR, balipuspanews.com – Tim gabungan Polresta Denpasar dan Polsek Kuta tengah menyelidiki beredarnya video grup “Bajing Kids”, dimana berkumpulnya para geng remaja atau anak baru gede (ABG) yang sedang pesta miras di seputaran Kuta. Peristiwa ini viral di grup WhatsApp (WA) sejak dua hari belakangan.

Beredarnya video tersebut terungkap dari postingan grup WA yang meminta agar orang tua mewaspadai anak-anaknya untuk tidak ikut-ikutan masuk ke grup “Bajing Kids”. Para remaja ini terdiri dari anak-anak SMP dan SMA. Mereka yang ikut bergabung di grup tersebut dikenakan biaya Rp 50.000.

“Ijin tiyang (saya) mengimbau agar semeton, rekan semua lebih ketat dan terarah mengawasi anak, cucunya yang sebagai pelajar baik SMP maupun SMA. Karena saat ini banyak anak SMP dan SMA ikut bergabung ke grup (bernama) Bajing Kids, yang anak-anak ikut di kenakan biaya Rp 50 ribu.

Giat itu dilakukan kumpul dan perekrutan di wilayah Jalan Kunti, Kuta. Giatnya termonitor, minum miras, malak dan lain-lain. Seandainya ada anak, cucu semeton dan rekan-rekan mohon diimbau dan di putus grupnya, atau suruh keluar dari grup itu. Karena akan membawa dampak yang negatif,” tulis pesan berantai di grup-grup WhatsApp.

BACA :  Pemberitahuan Rencana Pengadaan Tanah Untuk GOR Dan Sarana Penunjang Di Desa Babakan Gianyar

Rekaman video berdurasi 2 menit 10 detik itu memperlihatkan belasan remaja mengenakan baju “Bajing Kids” berada di sebuah ruangan. Para remaja rata-rata berusia belasan tahun ini menenteng botol diduga berisi minuman keras. Mereka menegak botol miras secara bergiliran sambil diiringi musik.

Terlihat mereka sangat gembira hingga berjoget dan saling bersalaman. Bahkan ada juga yang berjoget di atas meja. Selain itu, para remaja ini diuji kekuatannya dengan menahan tendangan dari rekannya.

Beredarnya video tersebut membuat para orang tua sangat khawatir akan keselamatan anak anaknya. Hal ini tentu saja akan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan akibat rentannya kenakalan remaja.

Polisi hingga kini sedang menyelidiki beredarnya rekaman video tersebut. Hal itu dikatakan Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi.

“Masih diselidiki tim gabungan Polresta dan Polsek Kuta. Apakah ini video baru atau video lama yang baru diviralkan, masih didalami,” ungkap Sukadi, Kamis (20/7/2023).

Dijelaskannya, pihaknya akan memastikan kebenaran informasi tersebut sekaligus mencegah kenakalan remaja yang dapat memicu gangguan kamtibmas.

BACA :  Wali Kota Jaya Negara Buka Turnamen Futsal Kusuma Praja Cup VIII

Penulis: Kontributor Denpasar 

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular