Jumat, Februari 23, 2024
BerandaJembranaKelompok Tani Hutan Diminta Lindungi Hutan 

Kelompok Tani Hutan Diminta Lindungi Hutan 

JEMBRANA, balipuspanews.com– Salah satu upaya dalam pelestarian dan menjaga kesucian hutan dan pegunungan (wana kerthi), usaha pelestarian hutan yang dilakukan Kelompok Tani Hutan Pulukan diberi dukungan.

Bentuk dukungan Pemkab Jembrana itu dengan memberikan bantuan dana sebesar Rp15 Juta yang diserahkan Bupati Jembrana, I Nengah Tamba saat mengunjungi Ekowisata Taman Gumi Banten Hutan Desa Pulukan, Minggu (8/10/2023).

Bantuan tersebut bersumber dari hasil Tournament Charity Jembrana Bahagia yang telah sukses diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jembrana pada (9/9/2023) lalu untuk membangun MCK di Kawasan Ekowisata Taman Gumi Banten Hutan Desa Pulukan.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba menyampaikan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Pulukan serta masyarakat Desa Pulukan agar betul-betul menjaga hutan dengan baik.

“Melestarikan hutan itu berfungsi untuk membendung air terlebih kedepan kita akan mengalami pemanasan global, disini dengan giatnya masyarakat melakukan penghijauan otomatis air itu bisa terjaga,” ucapnya.

Tamba sebelumnya juga menekankan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Giri Amerta saat memantau pembangunan pelinggih di kawasan hutan Giri Puti yang terletak di Banjar Yeh Buah, Desa Yehembang Kauh.

BACA :  Presiden Jokowi Lantik Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Menteri ATR/Kepala BPN

“Kita jaga dan lestarikan hutan kita, serta masyarakat disekitar agar diedukasi tentang pengetahuan bagaimana pentingnya menjaga hutan menjaga alam ini,” ujarnya.

Dalam menyongsong Jembrama Emas 2026 Bupati Tamba menyampaikan hal ini merupakan bagian dari komitmen membangun dan memperkuat ekosistem.

“Tentu ini menjadi barang yang sangat mahal hutan kita ini, nanti pada saatnya ditahun 2026, 2027 inilah yang akan dikunjungi wisatawan karena kita kembali ke back to nature (kembali ke alam) konsep wisata kedepan, dan kita miliki itu,” imbuhnya.

Perbekel Desa Pulukan, I Wayan Armawa menjelaskan, Ekowisata Taman Gumi Banten Hutan Desa Pulukan merupakan hutan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Konsep yang kita bangun untuk mengembangkan wisata agro adalah hutan itu biar tetap alami namun hasilnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat pulukan pada khususnya dan Jembrana pada umumnya,” ungkapnya.

Pihaknya telah menanam ribuan bibit pohon buah-buahan bebagai jenis yang mana hasil panen yang didapat nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat Desa Pulukan.

BACA :  Pemkab Bangli Gandeng BPD Gelar Pasar Tani Serangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan

“Kita sudah menanam seribu bibit pohon durian jenis kane, musang king, bawor, duri hitam, beberapa bibit ada yang sudah besar dan ada manggis, pala juga ada di wilayah hutan Desa Pulukan ini,”jelasnya.

Kepala Desa Yehembang Kauh, I Komang Darmawan mengatakan Kawasan hutan Giri Putri merupakan kawasan wisata hutan yang dikenal dengan hutan belajar.

“Hutan belajar ini dibentuk karena adanya krisis pengetahuan tentang hutan, sudah banyak siswa/siswi sekolah dari tingkat SD sampai dengan universitas mengunjungi tempat ini,” ungkapnya.

Pihaknya berharap kawasan Hutan Giri Putri yang merupakan perpustakaan alam agar dijaga kelestariannya untuk memberikan pemahaman pada masyarakat tentang kesadaran untuk saling menjaga hutan.

“Saya harap kedepan keberlanjutan hutan belajar ini agar dapat lebih berkembang, karena selain menjaga kelangsungan hidup manusia, hutan juga menjadi habitat bagi tanaman maupun binatang endemik Jembrana,”jelasnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular