Keluarga Menolak Autopsi, Kebakaran Diduga Kelalaian

Singaraja, balipuspanews.com – Bos dealer Honda 63 Singaraja, Ketut Kimawati (71) bersama putrinya Anik Meliani (46) tewas terpanggang dalam peristiwa kebakaran hebat terjadi pada Rabu, (11/10) dinihari kemarin.

Saat ini, apa penyebab dari peristiwa kebakaran itupun masih menyisakan teka-teki.

Pasca kejadian, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali diterjunkan untuk meneliti kepastian penyebab peristiwa yang sempat menggemparkan warga Buleleng.

Meski telah meneliti hingga mengambil beberapa sampel di lokasi kejadian, namun hingga saat ini Tim Labfor belum merillis hasil penyelidikannya.

“Belum, sampai hari ini belum ada hasil resmi disampaikan dari Tim Labfor Polda Bali,” kata Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/10) siang.

Meski demikian, pria dengan melati satu dipundaknya ini memperkirakan, hasil penyelidikan tim Labfor Polda Bali akan turun sekitar tiga sampai dengan tujuh hari mendatang.

Berdasarkan fakta di lokasi kejadian, Seijin Kapolres Buleleng, Kompol Wiranata yakin bila kebakaran ini terjadi murni lantaran unsur kelalaian dan bukan diakibatkan oleh unsur sabotase.

“Saya rasa korban tidak pernah ada masalah dengan siapa-siapa. Jadi saya yakin kebakaran ini karena unsur kelalaian. Mengingat di dalam ruang tamu yang diduga sebagai lokasi sumber api itu banyak barang-barang elektronik. Mungkin salah satu kabel elektronik di ruang tamu itu terbakar oleh aliran listrik. Lantainya juga dialas karpet, sehingga api dengan cepat menjalar,” terangnya.

Melihat ganasnya api memusnahkan seluruh isi dan bangunan rumah beserta satu unit mobil jenis Izusu Panther, Kompol Wiranata memperdiksi kerugiaan yang dialami mencapai ratusan juta rupiah.

“Bangunannya itu lumayan besar. Nyaris full bangunan diatas tanah 8 are, belum lagi ada dua mobil di TKP. Satu sudah ludes terbakar, dan satu lagi nyaris ludes juga. Melihat itu ya diperkirakan kerugiannya sampai ratusan juta, dan bukan tidak mungkin membengkak bisa mencapai miliaran rupiah,” jelasnya.

Masih kata Kompol Wiranata, keluarga besar sudah mengikhlaskan kematian ibu dan anak sebagai sebuah musibah.

Pernyataan itu kemudian ditunjukkan dengan membuat surat pernyataan di Mapolsek Kota Singaraja, untuk tidak melakukan autopsi pada tubuh kedua jenazah.

“Pihak keluarga sudah ikhlas, dan jenazah korban dalam waktu dekat akan segera dikuburkan. Sehingga tadi mereka membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar...