Tim penilai lomba kelurahan disambut oleh Wakil bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Artha. Foto Humas Bangli For Balipuspanews.com
sewa motor matic murah dibali

BANGLI, balipuspanews.com- Kelurahan Kawan, Bangli menjadi duta Bangli dalam lomba kelurahan se- Bali. Rabu ( 8/5/2019) tim penilai klarifikasi provinsi Bali Putu Anom Agustina turun ke kelurahan Kawan untuk melihat dari dekat kelurahan dengan penduduk terbesar di Kota Bangli itu. Tim provinsi diterima dib alai banjar Kawan. Nampak hadir ikut menyambut tim, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Artha, Wakil Ketua I TP PKK. Kabupaten Bangli, Kadis PMD Kabupaten Bangli, Camat Bangli, dan tim pendamping kabupaten Bangli.

Lurah Kawan I Made Oma Sulys Udiana menyebutkan, lomba kelurahan tersebut baginya adalah ajang evaluasi dan mengukur sejauh mena capaian program yang telah berjalan selama dua tahun terakhir.

“ Dalam bidang pemberdayaan, kita menitik beratkan pada masyarakat dalam penanggulangan sampah plastik. Ini sejalan dengan program Pemrov Bali dengan menganti penggunaan peralatan plastic dengan bahan natural seperti sedotan dari bambu dan lainnya yang bersifat pesanan,” sebutnya.

Selain itu penanggulanagn sampah juga dilakukan dari lingkungan keluarga yang dikelola dari masing – masing rumah tangga dan akhirnya bekerjasama dengan bank sampah sehingga menghasilkan nilai ekonomis.

Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan, lomba kelurahan merupakan media evaluasi dan penilaian tingkat perkembangan kesejahteraan masyarakat dan daya saing kelurahan. Disamping memberdayakan masyarakat, motivasi maupun gotong-royong masyarakat dalam hal ini juga dapat dilakukan atas berbagai capaian keberhasilan indikator pembangunan pemerintahan, wilayah maupun kemasyarakatan selama kurun waktu 2 tahun 2017-2018.

Wabub asal Susut itu menegaskan, tujuan dari lomba salah satu adalah untuk mendorong usaha pembangunan atas dasar tekad dan kekuatan sendiri sekaligus meneliti dan menilai keberhasilan usaha-usaha masyarakat dalam pembangunan yang dilaksanakan masyarakat kelurahan dalam wujud peningkatan kualitas hidup tanpa adanya rekayasa sama halnya dengan membohongi diri sendiri, karena pemerintah kabupaten Bangli sudah mendeklarasikan revolusi mental menuju pemerintah Kabupaten Bangli yang lebih baik dimulai diri sendiri untuk melaksanakan tugas yang diembannya.

“ Yang lebih penting adalah bagaimana agar lomba kali ini jangan semata-mata mengejar juara tapi kedepannya tetap melaksanakan administrasi dengan tertib dan berkelanjutan sehingga pelayanan kepada masyarakat terus dapat ditingkatkan” katanya.

Lebih lanjut disampaikan dengan lomba ini diharapkan kelurahan Kawan dapat menjadi contoh bagi desa kelurahan lainya, serta dapat menurunkan angka kemiskinan yang ada melalui program-program inovasi yang ada di kelurahan kawan.

Sementara itu Ketua tim penilai klarifikasi lapangan untuk lomba kelurahan tingkat Provinsi Bali, Putu Anom Agustina S.IP,M.Si menyampaikan, lomba kelurahan yang dilakukan setiap tahunnya merupakan salah satu instrumen dalam mengevaluasi keberhasilan pembangunan dan sekaligus sebagai tolak ukur atas capaian program dalam pembangunan kelurahan.

Partisipasi dan keswadayaan masyarakat sebagai piranti dalam pemberdayaan masyarakat sehingga dapat mengakselerasi pembangunan nasional dan NAWACITA Bapak Presiden kita, dimana pada bagian ke-3 menyebutkan pembangunan Indonesia dari Pinggir dengan mengembangkan potensi dan pemberdayaan masyarakat Desa/Kelurahan.

Selaras dengan arah kebijakan dan program yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bali sesuai dengan VISI “Nangun Sat Kerti Loka Bali” yang mengandung Makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala niskala menuju kehidupan krama dan bumi bali sesuai dengan prinsip Tri Sakti Bung Karno yakni berdaulat secara Politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai Pancasila 1 Juli 1945.

Lebih lanjut disampaikan, Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 81 tahun 2015 tentang Ealuasi perkembangan Desa dan Kelurahan, mengamanatkan bahwa dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan, perlu dilakukan penguatan lembaga, peningkatan Motivasi dan swadaya gotong royong masyarakat.

Tujuan lomba kelurahan sesungguhnya untuk mengevaluasi tingkat perkembangan masyarakat, mendorong penguatan lembaga dan memberi penghargaan atas capaian dan partisipasi dalam pembangunan serta inovasi sebagai langkah untuk mewujudkan “Bali Smart Island”.

Dijelaskan juga dalam lomba kali ini mengacu pada Kreteria 3 (tiga) Bidang yang meliputi 19 aspek yaitu Bidang Pemerintahan mecakup Aspek Pemerintahan Kelurahan, Kinerja, inisiatif dan kreativitas dalam pemberdayaan masyarakat kelurahan berbasis teknologi informasi/E-Government serta kelestarian adat dan budaya.

Berikutnya bidang kewilayahan meliputi aspek identitas, batas, inovasi, tanggap siaga bencana dan pengaturan investasi. Terakhir Bidang Kemasyarakatan aspek partisipasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan, pemberdayaan kesejahteraan keluarga, keamanan dan ketertiban, pendidikan, kesehatan, ekonomi, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kapasitas masyarakat, sebagaimana tertuang dalam data profil kelurahan 2 (dua) tahun terakhir.

“ Kegiatan lomba jangan dijadikan beban, tetapi dimaknai sebagai langkah kongkrit untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam upaya meningkatkan pelayanan pada masyarakat,” pesannya. ( rls/bas)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here