19/09/2020, 8:40 AM
Beranda Bali Denpasar Kelurahan Sumerta Data Penduduk Non Permanen dan Wajibkan Isolasi 14 Hari Bagi yang...

Kelurahan Sumerta Data Penduduk Non Permanen dan Wajibkan Isolasi 14 Hari Bagi yang Datang dari Kampung Halaman

DENPASAR, balipuspanews.com – Pasca semakin meningkatnya kasus Covid-19 melalui transmisi lokal, Satgas Gotong Royong Kelurahan Sumerta bersama Satgas Lingkungan/Banjar melaksanakan kegiatan pengendalian mobilitas dan penertiban administrasi penduduk non permanen secara berkala dan berkelanjutan.

Lurah Sumerta, I Wayan Eka Apriana, yang dikonfirmasi Minggu (21/6/2020), menyampaikan bahwa pihaknya yang terdiri dari Pemerintah Kelurahan, Polmas dan Babinsa, bersinergi dengan Satgas Lingkungan yang terdiri dari Kaling, Kelihan Adat dan Pecalang menggelar sosialisasi protokol kesehatan dan pendataan penduduk non permanen.

Pihaknya menyebutkan, wilayah yang menjadi sasaran yakni lingkungan Banjar Ketapian Kaja dan secara bertahap menyasar daerah seputaran wilayah tersebut.

“Tentu saja dalam kegiatan ini kami melibatkan seluruh stake holder desa adat dan dinas ke lapangan terkait sosialisasi dan kegiatan pendataan penduduk non permanen, sekaligus sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha di sekitar wilayah kami tentang bagaimana menjalankan protokol kesehatan ditengah pandemi COVID-19. Bagaimana agar para pedagang memakai masker, hand sanitizer, penyemprotan disinfektan dan menerapkan physical distancing (menjaga jarak),” ujarnya.

Sementara itu, dari hasil pendataan penduduk non permanen, menyasar penduduk yang baru datang dari luar daerah.

Tercatat penduduk non permanen yang terjaring saat kegiatan tersebut yakni sebanyak 74 orang yang terdiri atas laki-laki sebanyak 59 orang dan perempuan sebanyak 15 orang.

Berdasarkan data warga yang terjaring tersebut diatas terdapat 5 orang yang baru tiba (arus balik/pasca pulang kampung) yang terdiri dari laki-laki sebanyak 3 orang dan perempuan sebanyak 2 orang, namun mereka sudah dilengkapi dengan persyaratan administrasi sebagai pelaku perjalanan dalam negeri yang salah satunya menunjukkan hasil Rapid Test Negatif dan bersedia melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari di tempat tinggal sementaranya sekarang.

“Hasilnya tidak ditemukan kejanggalan dan masyarakat sudah mulai paham tentang protokol kesehatan, namun sebagai langkah antisipasi tetap diarahkan untuk melakukan dan menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Selebihnya, pihaknya mengaku akan terus melakukan sosialisasi dan pengawasan secara berkelanjutan demi menjaga kenyamanan masyarakat serta mempercepat pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

“Guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini, selain sosialisasi protokol kesehatan dan pendataan penduduk non permanen,  pihak kami juga telah rutin menggelar sidak masker dan penyemprotan disinfektan,” tandasnya.

Penulis : Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Putu Artayasa

- Advertisement -

Gali Lubang Pondasi, Dua Buruh asal Sumba Tewas Tertimbun

GIANYAR, balipuspanews.com - Akhir hidup yang cukup tragis menimpa dua buruh proyek asal Sumba, NTT. Keduanya tewas tertimpa longsoran tanah saat menggali pondasi bangunan...

Dapat Info Terkait Adanya Tajen, Polsek Banjar Langsung Grebeg Lokasi

BULELENG, balipuspanews.com - Pelaksanaan kegiatan judi sabung ayam (tajen) jelas dilarang sesuai pasal 303 KUHP, berdasarkan hal itu pihak kepolisian terus mengadakan pemantauan terhadap...
Member of
Dewan Pers

Download Balipuspanews
Google Play