Pelaksanaan patroli wilayah di Kelurahan Tonja, temukan toko modern yang masih buka, Sabtu (5/7/2020).
Pelaksanaan patroli wilayah di Kelurahan Tonja, temukan toko modern yang masih buka, Sabtu (5/7/2020).

DENPASAR, balipuspanews.com – Kelurahan Tonja telah menerapkan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PKM) di wilayahnya guna menekan penyebaran Covid-19.

Kendatipun telah menerapkan PKM, nyatanya masih ada toko modern dan warung yang melanggar.

“Ketika Kelurahan Tonja bersama Linmas dan pecalang melakukan patroli ternyata ditemukan dua toko modern di wilayah Banjar Tatasan Kaja yang masih buka melewati jam operasional,” ujar Lurah Tonja Ade Indahsari Putri, saat diwawancarai, Minggu (5/7/2020).

Agar pelanggaran seperti ini tak terulang kembali, dirinya menjelaskan, dua toko yang pemiliknya asal Madura tersebut langsung diberikan peringatan keras.

Jika pihaknya mengetahui tokonya tersebut masih buka saat lewat jam operasional, maka akan diberikan sanksi tegas berupa penutupan sementara.

Bahkan pihaknya bersama Kelian Banjar telah sepakat tidak lagi memberikan izin untuk berjualan di wilayahnya disebut sesuai dengan Perwali No. 32 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Pihaknya menyampaikan, hal ini harus dilakukan dengan tegas mengingat penularan Covid-19 telah banyak terjadi pada transmisi lokal.

Selain itu tindakan tegas dilakukan karena wilayah Kelurahan Tonja telah menjadi Zona merah.

“Kami tidak melarang mereka untuk berjualan namun harus mengikuti aturan yang telah disepakati. Jika mereka masih berjualan lewat jam operasional maka akan diambil tindakan tegas,” cetusnya.

Menurutnya, pihak satgas Kelurahan terus berupaya mengembalikan wilayah Kelurahan Tonja ke Zona Hijau lagi.

Oleh karena itu pihaknya bersama Linmas dan Pecalang secara berlanjut melakukan patroli ke seluruh banjar yang ada di wilayah Kelurahan Tonja.

Serta memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Guna mengantisipasi penularan Covid-19 makin meluas, Ade Indahsari Putri mengaku pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin dan melakukan pendataan kepada penduduk pendatang (duktang).

Dari pendataan semua duktang yang datang di wilayahnya telah memenuhi persyaratan yakni membawa surat hasil rapid non reaktif dari daerah asalnya dan bersedia melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Sebagai antisipasi penularan Covid-19 saat ada rapid test massal di wilayah Kelurahan  Tonja pihaknya mengikutkan semua penduduk pendatang untuk di test rapid kembali.

“Mereka harus dirapid test kembali untuk meyakinkan mereka benar-benar sehat. Astungkara hasilnya semua non reaktif,” jelasnya.

Jika hasil rapid test mereka menunjukan non reaktif, pihaknya tidak melarang untuk beraktivitas kembali, namun tetap dengan mengikuti protokol kesehatan berniaga.

Dengan berbagai upaya yang telah ia lakukan Ade Indahsari Putri mengharapkan masyarakat tidak bermain kucing-kucingan dengan petugas satgas maupun pecalang.

“Untuk memutus mata rantai Covid-19 mereka harus memiliki kesadaran sendiri dalam menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Oka Suryawan

Facebook Comments