Kelurahan Ubung Gencar Lakukan Pemantauan, Dapati 11 Ruko Tak Penuhi Prokes, 15 Penduduk Non Permanen Tak Ber-KTP

Pelaksanaan pendataan penduduk non permanen dan sosialisasi protokol kesehatan di Kelurahan Ubung, Jumat (4/9/2020)
Pelaksanaan pendataan penduduk non permanen dan sosialisasi protokol kesehatan di Kelurahan Ubung, Jumat (4/9/2020)

DENPASAR, balipuspanews.com – Kelurahan Ubung semakin gencarkan pendataan penduduk non permanen dan mengadakan pemantauan serta mengimbau pemilik kost dan usaha toko-toko di lingkungan Kelurahan Ubung untuk menerapkan protokol kesehatan.

Seperti pada Jumat (4/9/2020) malam telah didata sebanyak 70 warga non permanen dan pengusaha di lingkungan Banjar Sedana Mertha, Ubung, dimana kegiatan pendataan penduduk non permanen dan sosialisasi ini sesuai dengan Pergub No. 46 Tahun 2020 dan Perwali No. 48 Tahun 2020.

Adapun pemeriksaan tersebut melibatkan tim yang terdiri dari Linmas bersama pecalang banjar, kepala lingkungan, babinsa, dan babinkamtibnas serta kelian banjar Kelurahan Ubung berhasil mendapati 11 ruko yang tidak memenuhi protokol kesehatan yaitu tidak ada pembersih tangan di depan tokonya dan 15 orang yang tidak punya KTP yaitu warga dari luar dengan jumlah warga yang didata kurang lebih 70 orang.

“Ini masih tahap sosialisasi penerapan serentak Perwali No. 48 Tahun 2020, yang nanti akan mulai berlaku serentak tanggal 7 September 2020, untuk itu saat ini kita peringati terlebih dahulu, jika nanti sampai sudah mulai berlaku akan ditindak tegas dengan sanksi yang ada,” jelas Lurah Ubung, I Wayan Ariyanta, saat dikonfirmasi, pada Sabtu (5/9/2020) di Denpasar.

Pihaknya menambahkan, tentunya kepada para pemilik kos dan toko di masa pandemi ini untuk tetap menerapkan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Diharapkan tentu saja ini merupakan antisipasi dan menekan penyebaran Covid-19 di Kelurahan Ubung, dan imbauannya agar masyarakat tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan sebagaimana telah dianjurkan oleh pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kelurahan Ubung pada khususnya, dan di Kota Denpasar pada umumnya, untuk menuju masyarakat dengan kebiasaan tatanan hidup normal baru,” paparnya.

Penulis : Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Oka Suryawan