Musim kemarau
Musim kemarau
sewa motor matic murah dibali

GARUT, balipuspanews. com – Musim kemarau tahun ini datang lebih awal dibandingkan dengan musim kemarau tahun lalu. Akibat musim kemarau membuat lahan pertanian di Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung dilanda kekeringan.

Musim kemarau berdampak sangat luas, ratusan hektare lahan petanian mengalami kekeringan sedang dan kekeringan berat. Hal ini mengakibatkan meroketnya harga jenis sayuran dan cabe dipasar.

Sejumlah 483 hektare lahan pertanian di Garut dilanda keketingan ringan, sementara 216 hektare lahan pertanian di Garut terjadi kekeringan sedang dan 153 mengalami kekeringan berat (gagal panen). Lahan pertanian mengalami kekeringan berat dan gagal panen terbesar di wilayah Garut Selatan.

Dijelasakan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Dinas Pertanian Kabupaten Garut Deni Herdiana kepada wartawan. Areal pesawahan yang dilanda kekeringan berat diantaranya Kecamatan Cikelet, Pamengpeuk, Bungbulang serta di daerah Cibatu, Cibiuk dan Leuwigoong.

“Wilayah tersebut merupakan wilayah terberat mengalami kekringan sampai gagal panen” ungkap Deni.

Sejumlah jenis sayuran dan cabe akibat kelangkaan air terjadi penurunan pasokan dari petani yang dijual di Pasar Induk Guntur Kabupaten Garut. Penurunan pasokan sayuran dan cabe, lantaran lahan pertanian mengering. Hal itu menyebabkan harga sayuran naik drastis, pasokan dari petani hanya bisa untuk mencukupi wilayah Garut dan Bandung.

Sedangkan untuk pengiriman ke Jakarta, Bekasi, Karawang dan Cikampek banyak terjadi penurunan.

“Karena pasokan dari petani menurun secara otomatis untuk pengiriman ke Pasar Induk Kramatjati, Induk Cibitung Bekasi dan Pasar Karawang serta Cikampek menurun, kalau Jakarta, Bekasi ada pengiriman dari Jawa Barat dan Jawa Tengah” ungkap Usman salah satu pedagang di Pasar Induk Guntur Selasa (9/7/2019).

Usman menuturkan, sejumlah jenis sayuran yang harganya naik antara lain. Beberapa jenis cabe seperti harga cabai seperti cabai rawit inul dari harga Rp. 20.000/kg menjadi Rp. 40.000/kg, cabe rawit dari harga Rp. 15.000/kg menjadi Rp. 24.000/kg, cabai tanjung semula harga Rp. 25.000 menjadi Rp. 55.000/kg nya, sedangkan harga cabai dari harga Rp. 25.000/kg sekarang Rp. 70.000/kg.

Adapun jenis sayuran lain misalkan harga kol bulat semula Rp. 1.500/kg sekarang Rp. 3.500/kg, garga tomat Tw Rp.3.000 menjadi Rp. 6.000, harga timun Rp. 2.500/kg menjadi Rp. 4.500/kg. Sejenis sayuran lain kenaikan berpariasi, namun hampir semua jenis sayuran naik mencapai 100 persen. (M. Yadi/bpn/tim).