Kemarau Panjang, Semak Hutan Bali Barat Rawan Kebakaran

Hutan Bali Barat
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Gilimanuk, balipuspanews.com – Hutan Bali barat khususnya yang masuk kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) rawan kebakaran di musim kemarau saat ini.

“Penyebab kebakaran selain faktor alam juga karena faktor manusia yakni sengaja membakar rerumputan kering agar bisa tumbuh untuk pakan ternak atau membuang puntung rokok sembarangan,” kata Kasubag TU TNBB, Wirawan saat dikonfirmasi Senin (2/10).

Ia mengatakan saat musim kemarau memang kawasan hutan TNBB terutama semak-semak dan sabana rawan terbakar. Titik rawan terbakar diantaranya a semak-semak dan rerumputan wilayah Gilimanuk, disepanjang jalur Cekik Singaraja terutama mulai dari kawasan Pelengkong Teluk Terima sampai Banyuwedang termasuk kawasan Menjangan Resort dan sabana di Perapat Agung. .

Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, TNBB sudah menyiapkan dua regu pemadam yang anggotnya masing-masing 15 orang. Selain itu juga mengandeng kelompok masyarakat di desa yang dekat dengan lokasi rawan kebakaran.

“Kita mengajak masyarakat untuk bersama-sama memadamkan api jika terjadi kebakaran. Masyarakat juga kita ajak untuk menjaga kawasan hutan dan tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran,” ungkapnya.

Untuk pelaratan, TNBB juga sudah menyiapkan jet shooter (alat pemadam gendong) mobil khusus pemadam kebakaran dihutan dan mobil tangki.

“Kami juga rutin melakukan patroli pencegahan kebakaran. Mudah-mudahan saat musim kemarau ini tidak ada kebakaran di kawasan TNBB,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar...