Kembali Gelar Sidak Masker, Satpol PP bersama Tim Yustisi Kota Denpasar Dapati 12 Pelanggar

Pelaksanaan sidak masker oleh Satpol PP Kota Denpasar di Lapangan Poh Gading Binoh, Denpasar Utara, Rabu (9/9/2020)
Pelaksanaan sidak masker oleh Satpol PP Kota Denpasar di Lapangan Poh Gading Binoh, Denpasar Utara, Rabu (9/9/2020)

DENPASAR, balipuspanews.com – Sidak masker kembali digelar Satpol PP Kota Denpasar bersama Tim Yustisi Kota Denpasar.

Hari ini, Rabu (9/9/2020), sidak di laksanakan di Lapangan Poh Gading Binoh, Denpasar Utara.

Kabid Penegakan Perda, I Made Poniman menyampaikan, sidak masker ini dilakukan untuk menerapkan Peraturan Gubernur Nomor 46 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yakni yang tidak menggunakan masker didenda Rp. 100 ribu.

Sidak di hari ketiga ditemukan 12 orang pelanggar. Bagi pelanggar yang tidak menggunakan masker, yang bayar denda di tempat sebanyak 7 orang sedangkan 5 orang lagi belum membayar denda.

Dari itu 5 orang tersebut KTP-nya dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Denpasar.

Sementara bagi pelanggar yang belum membayar dapat langsung bayar sendiri ke nomor rekening yang ditetapkan di surat tilang tersebut.

“Jika pelanggar telah membayar bisa menunjukan bukti transfer yang dilakukan, setelah itu KTP-nya akan dikembalikan oleh Satpol PP Kota Denpasar,” ujar Poniman.

Lebih lanjut Poniman mengatakan, dalam Pergub telah tercantum bagi yang tidak menggunakan masker akan didenda sebesar Rp. 100 ribu.

Sedangkan pelaku usaha yang tidak melengkapi sarana protokol kesehatan akan didenda sebanyak Rp. 1 juta.

Semua denda tersebut akan dimasukan ke nomor rekening khas daerah.

Mengingat saat ini sudah diberlakukan sanksi denda tersebut, pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu menggunakan masker jika beraktivitas di keluar rumah.

Karena ada peraturan yang mengatur dan bukan semata-mata mendenda atau mencari kesalahan orang, namun kegiatan ini tujuannya adalah dalam upaya menegakkan disiplin Prokes dalam pencegahan Covid-19.

Poniman juga menjelaskan dalam Peraturan Gubernur tersebut pencegahan lebih baik daripada mengobati. Mengingat penularan Covid-19 yang semakin meningkat pihaknya meminta kepada masyarakat untuk disiplin lagi dalam menerapkan protokol kesehatan.

Penulis : Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Oka Suryawan