Markus Karel Senen
Markus Karel Senen
sewa motor matic murah dibali

KUTA, balipuspanews.com- Setelah beberapa hari dibantarkan karena mengalami stroke dan dirawat di rumah sakit, Markus Karel Senen akhirnya dikembalikan ke tahanan Polsek Kuta, pada Jumat (23/8/2019). Hal ini dilakukan aparat kepolisian karena Markus dianggap sudah sembuh dan segera menjalani pemeriksaan.

Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan yang dihubungi Jumat (23/8/2019) sore mengatakan, pihaknya masih menyelidiki 5 laporan yang masuk ke Polresta Denpasar dan Polsek Kuta, terkait kericuhan Sky Garden. Diantaranya, kasus pelecehan seksual, pencurian uang, penganiayaan, ancaman atau fitnah dan penggelapan dalam jabatan.

Untuk kasus penganiayaan, jelas mantan Kapolsek Kuta Utara ini, pihak Polsek Kuta sudah mengamankan satu pelakunya yakni Markus Karel Senen. Saat ini, Markus berstatus tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Manager SDM Sky Garden, I Putu Gede Ambara Sadewa (56) Steave.

Sempat 2 hari menjalani penahanan di Polsek Kuta, pria yang disebut-sebut pentolan ormas asing ini mendadak stroke dan dibantarkan di sebuah rumah sakit. Dan, setelah dinyatakan sembuh, dia dikembalikan ke tahanan Polsek Kuta untuk dilakukan pemeriksaan.

“Hari ini, (Jumat, 23/8/2019), Markus sudah dikembalikan ke tahanan Polsek Kuta setelah dibantarkan dari rumah sakit,” ujar Kasatreskrim.

Untuk kasus lainnya yang dilaporkan oleh kedua belah pihak, mantan Kasatnarkoba Polresta Denpasar mengatakan masih dalam pengembangan lebih lanjut. “Hari ini juga kami sudah melakukan gelar perkara di Polda Bali. Masih ditindaklanjut laporan-laporan yang masuk ke Polresta Denpasar dan Polsek Kuta,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Badung ini.

Sementara itu, terkait ditahannya kembali Markus, pelapor Suwarno mengapresiasi langkah kepolisian membawa tersangka kembali ke tahanan. “Kami mengapresiasi langkah yang diambil polisi untuk menegakkan hukum dan kebenaran. Kami juga berharap agar Polisi menuntaskan kasus ini secara professional,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, kericuhan terjadi di Restoran lantai II Sky Garden di Jalan Raya Legian Kuta nomor 61 Kuta, Kamis (8/8/2019) malam. Tempat hiburan yang digandrungi wisatawan asing itu awalnya didatangi owner mayoritas 66 persen PT ESC Urban Food Station bisnis night club Sky Garden, Titian Wilaras alias Kris, anaknya Pamela Wilaras dan Anne, dikawal puluhan pria berbadan kekar yang dipimpin oleh Markus.

Akhirnya kasus ini pun berakhir dengan aksi saling lapor. Pensiunan Brigadir Jenderal Polisi sekaligus Direktur PT. ESC Urban Food Station Night Club Sky Garden, H. Suwarno, melaporkan Titian Wilaras dkk dalam kasus pencurian, penganiayaan ke Polsek Kuta.

Sedangkan Titian Wilaras dkk melaporkan Suwarno dan Sadewa ke Polresta Denpasar dalam 3 kasus yakni pelecehan seksual, pencemaran nama baik, dan penggelapan dalam jabatan.

Akibat ricuhnya kasus internal Sky Garden ini, pihak Satuan Pamong Praja Kabupaten Badung menutup operasional Sky Garden, pada Jumat (16/8/2019) siang, karena tidak mengantongi ijin operasional.

Sementara jajaran Polresta dan Polsek Kuta memasang garis polisi dan menempatkan mobil rantis didepan Sky Garden agar tidak mengganggu penyelidikan dan merusak TKP. (pl/bpn/tim)