Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda Bali Bangli Kembangkan Bawang Merah di Kawasan Danau Batur, Implementasi Perda Pertanian Organik

Kembangkan Bawang Merah di Kawasan Danau Batur, Implementasi Perda Pertanian Organik

BANGLI, balipuspanews.com-
Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, telah mengembangkan bawang merah di kawasan Danau Batur, Kintamani, Bangli, sebagai implementasi Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik.

Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali IB Wisnuardhana, Jumat (31/7) menjelaskan khusus untuk pengembangan bawang merah organik di tepian Danau Batur di Desa Buahan, Kintamani, Bangli adalah salah satu upaya mewujudkan Danu Kertih. Agar para petani bawang merah disekitar Danau Batur dapat secara bertahap melaksanakan pertanian organik pada lahan usahataninya sehingga tidak mengakibatkan pencemaran pada Danau Batur.

Upaya yang dilakukan tersebut sesuai
Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era Baru menekankan pada kewajiban krama Bali menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk kesejahteraan lahir bathin.

“Nilai-nilai yang terkandung didalamnya meliputi 6 (enam) cara mencapai atau penyebab kesejahteraan yaitu Sad Kertih, terdiri dari Jagad Kertih, Jnana Kertih, Segara Kertih, WanaKertih , Atma Kertih dan Danu Kertih,” paparnya.

Sistem pertanian organik adalah salah satu cara mewujudkan Sad Kertih karena mengatur tehnik bertani dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Sistem pertanian organik menekankan pada tehnik budidaya dengan tidak menggunakan bahan kimia yang dapat menyebabkan pencemaran air, tanah, udara dan keracunan pada makhluk hidup.

Disebut Wisnuardhana, dalam mengintensifkan pertanian organik di Bali telah ditetapkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor : 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik. Berbagai kegiatan telah melaksanakan akselerasi dan sosialisasi penerapan sistem pertanian organik antara lain.

Beberapa program yang sudah sijalankan antara lain mengembangkan padi organik seluas 250 Ha, mengambangkan bawang merah organik seluas 1 Ha, menyalurkan 30 paket Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO), kegiatan Adaptasi dan Mitigasi perubahan iklim komoditi perkebunan berupa pengembangan pertanian organik integrasi Kopi dengan Kambing

Selain itu, upaya lainnya berupa penyediaan pupuk organik bersubsidi dari program pupuk bersubsidi nasional sebanyak 3.639 ton, menyediakan dan menyalurkan bantuan berbagai jenis pestisida organik untuk pengendalian organism Pengganggu Tanaman.

Semua kegiatan ini dimaksudkan untuk memfasilitasi dan mengedukasi para petani bagaimana menyiapkan pupuk organik dan mengimplementasikan SOP pertanian organik di lahan usahataninya.

“Dengan demikian, kesucian Danau Batur dapat terjaga dan terpelihara secara berkelanjutan, yang telah memberikan kehidupan pada masyarakat sekitarnya,” pungkas Wisnuardhana.

Penulis/editor: Budiarta

- Advertisement -

Bayi Yang Dibuang, Lahir Di Kamar Mandi

NEGARA,balipuspanews.com- Kedua orang tua bayi perempun yang dibuang di bale bengong panti asuhan Giri Asih, Melaya, sudah diamankan polisi. Dari keterangan sementara, bayi hasil hubungan...

Usut Praktik Jual Beli Senjata Ilegal ke Separatis Papua

JAKARTA, balipuspanews.com - Praktik jual beli senjata ilegal ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, yang melibatkan oknum anggota Brimob harus diselidiki secara tuntas...
Member of