Minggu, Mei 19, 2024
BerandaDenpasarKembangkan Porang, Danrem Wira Satya MoU dengan Perusda

Kembangkan Porang, Danrem Wira Satya MoU dengan Perusda

DENPASAR, balipusanews.com – Komandan Korem (Danrem) 163/Wira Satya Husein Sagaf melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Perusahaan Daerah (Perusda) dalam upaya menjaga ketahanan pangan, dengan pengembangan tanaman porang di Jembrana. Penandatanganan ini dilakukan di Aula Makorem 163 Wira Satya, Jumat (05/02/2021).

Danrem menyambut baik memorandum of understanding (MoU) terkait penggunaan lahan yang dimiliki Perusda, dengan tujuan dapat dimanfaatkan demi menjaga ketahanan pangan daerah.

“Seperti yang kita ketahui, Bali sangat merasakan akibat dampak dari Covid-19 yang berpengaruh terhadap masalah ekonomi, sehingga berpengaruh juga terhadap ketahanan pangan kita,” ungkapnya.

Kendati Pandemi, lanjut Danrem, sementara pemenuhan kebutuhan kehidupan menjadi standar yang harus tersedia dalam kondisi apapun.

Untuk itu, berbagai pihak diajak bersinergi demi petani, dan sektor pertanian menjadi solusi dalam kondisi saat ini. Dengan kerjasama ini, semoga menjadi harapan untuk diolah, sehingga menghasilkan ketahanan pangan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Harapan kita mampu menghasilkan apa yang menjadi harapan dari kerjasama ini dan kita mampu berkontribusi. Ke depan, semoga kita mampu bekerja dan menghasilkan sehingga melalui ini menjadi stimulus,” harapnya.

BACA :  Wabup Suiasa Buka Acara Sosialisasi Pembentukan Desa Getting To Zero di Kecamatan Mengwi

Lebih jauh Danrem menyatakan, tanaman pangan mampu menjadi nilai ekonomi kepada masyarakat, dapat mewujukan Bali bebas Covid-19 dan Bali Bangkit kembali.

Sementara Kepala Perusda Unit Sangiang, Jembrana I Gusti Ketut Darmayasa menyatakan dlaam kerjasama ini terkait program penanaman porang bertujuan dalam peningkatan pangan. Pihaknya berharap semoga yang menjadi harapan meningkatkan ketahanan pangan bisa terwujud, di tengah merosotnya ekonomi terdampak Covid-19.

“Kita ingin memajukan Jembrana sebagai sentral porang. Kami dari Perusda sudah mengkaji dengan petani,” paparnya.

Kata Darmayasa, lahan yang akan digunakan seluas 10 hektar ini merupakan lahan yang sejak 42 tahun tak pernah diolah, dan sekarang akan digarap oleh kelompok tani yang berjumlah 20 orang dengan harapan hasil komoditi meningkat.

“Kami sebelumnya sudah melakukan studi banding ke Jawa Timur dan MoU dengan pabrik. Yang penting kita tahu dulu cara memelihara terlebih dahulu. Masalah kebutuhan pasar sudah ada pihak lain yang akan mengambil sebanyak 50 ton per hari kalau ada,” paparnya.

Sementara perwakilan kelompok petani Sangiang, Jembrana Putu Sudana merasa bangga atas kerjasama yang positif ini antara TNI dan Perusda untuk petani.

BACA :  Overstay dan Tidak Mampu Bayar Biaya Perpanjangan, WN Rusia Dideportasi

“Kami petani yang ikut mengolah lahan merasa bangga, merasa diperhatikan oleh pihak TNI dari jaman dulu belum pernah ada kerjasama untuk meningkatkan hasil produksi pertanian,” akunya.

Penulis/Editor : Budiarta/Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular