Pelantikan unsur Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Bangli. Acara yang dipusatkan di Wantilan Pura Dalem Langgar Desa Bunutin Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli
BANGLI, balipuspanews.com -Dalam rangka pengembangan kepariwisataan Kabupaten Bangli dan meningkatkan promosi yang dikelola secara professional oleh sebuah lembaga yang merumuskan kebijakan dalam mendukung promosi kepariwisataan Daerah di Kabupaten Bangli, Selasa (11/2) digelar acara pelantikan unsur Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Bangli. Acara yang dipusatkan di Wantilan Pura Dalem Langgar Desa Bunutin Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli dihadiri oleh Unsur Forkompimda Kabupaten Bangli, Kepala BPN Kabupaten Bangli, Pipimpinan OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli, Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dan pengelola pariwisada setempat.

Surat Keputusan Bupati Bangli Nomor 556/555/2019 tentang unsur penentu kebijakan badan promosi daerah tanggal 16 Desember 2019, yang menyatakan bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 7 Peraturan Bupati Bangli No.25 Tahun 2018 tentang tata cara kerja, persyaratan, dan tata cara pengangkatan dan pemberhentian unsur penentu kebijakan badan promosi pariwisata Kabupaten Bangli.

Untuk itu perlu mengangkat anggota unsur penentu kebijakan promosi pariwisata daerah Kabupaten Bangli. yang bertugas untuk meningkatkan citra kepariwisataan Bangli guna meningkatkan promosi kunjungan wisatawan mancanegara dan meningkatkan penerimaan devisa, meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan pembelanjaan, menggalang pendanaan dari sumber APBN dan APBD, dan melakukan riset dalam rangka pengembangan usaha bisnis pariwisata Bali serta membentuk unsur pelaksana untuk menjalankan tugas operasional badan.

Dengan jumlah anggota sebanyak sembilan (9) orang selaku ketua DR. I Ketut Marjana dari unsur Asosiasi Kepariwisataan Perhimpunan PHRI Bangli, berikutnya I Wayan Sukarma dari Asosiasi Kepariwisataan Badan Pengelola Pariwisata Geopark Batur, I Gusti Ayu Kade Purnamawati,SE dari ASITA Bali, I Putu Puspayana,A.Md.Kom,S.Pd,MPd dari unsure asosiasi profesi (Indonesia Houskeeper Assosiasion) Bali, I Gede Novara Krisna,ST dari Asosiasi Profesi (Jurnalis Tourism), Tessar Wijaya,S.Kom dari Asosiasi penerbangan/Sales Representative Singapore Airlines, I Made Sarjana,SO.M.Sc Akademim peneliti pada pusat unggulan pariwisata UNUD/Dosen Fak. Pertanian Unud. Drs. Nyoman Muliawan,M.A Kepala SMK Pariwisata/fasilitator lokal  (DMO) Kementerian Pariwisata.

Bupati Bangli I Made Gianyar,SH.,M.Hum.,M.Kn dalam sambutanya menyampaikan kita harus bersyukur dan berbangga hati karna telah menjadi bagian dari sekumpulan orang orang hebat, sebab bagaimana tidak karna dalam waktu yang bersamaan dan ditak terlalu lama kita telah bisa melaksanakan beberapa kegiatan sekaligus yang artinya sambil menyelam minum air, sekali mendayung tiga pulau terlewati.

“Hal ini sangat sejalan dengan upaya pemerintah pusat yaitu efisiensi baik waktu, dan anggaran” katanya. Dari ketiga kegiatan yang diselenggarakan hari ini semuanya merupakan hal penting, tetapi dari yang penting akan ada hal yang paling penting yaitu pelantikan  tim penentu kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Bangli. berikutnya adalah kaitanya dengan kepemilikan tanah yang menjadi asset kabupaten bangli.

“Dengan penyerahan Sertifikat dari kepala BPN yang sesuai dengan UU 5 tahun 1960 bahwa kabupaten Bangli terkait dengan aset tanah yang dimiliki menjadi satu satunya pemegang hak yang terkuat dan terpenuh sehingga nantinya dalam pemeriksaan BPK predikat WTP bisa lebih meningkat” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan salah satu indikator kenapa kita pernah dapat Disklaimer adalah karena asset yang kita miliki tidak jelas, secara perlahan bisa kita kelola dan akhirnya hari ini sertifikat terkait dengan kepemilikan aset kabupaten telah diserahkan secara simbolis oleh Kepala BPN Kabupaten Bangli.

“Terimaksih banyak kami sampaikan, hal ini adalah kekuatan hukum yang sah dalam kami membangun kedepannya. lanjut untuk kemajuann pariwisata Bangli kita telah memiliki putra terbaik yang mana setiap gerak dan wacananya selalu untuk kemajuan pariwisata Bangli yang tak lain adalah DR. I Ketut Marjana yang juga telah melanglang buana dan pernah menjadi orang nomor satu PT. Post Indonesia,” jelasnya.

Saat ini telah kembali untuk membangun Bangli. Meski waktu untuk pembentukan dan peresmian Badan Promosi Parisata Daerah Bangli ini sedikit terlambat akan tetapi jauh lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.

Pihaknya berharap dengan dilantiknya badan ini tim yang terkait didalamnya segera merumuskan kebijakan-kebijakan terkait dengan program promosi pariwisata yang ada di Kabupaten Bangli segera terealisasi.

Terkait dengan itu kita juga telah memiliki agenda bulanan yaitu Rapat FORKOMPIMDA yang dilaksanakan di tempat-tempat wisata yang tentu pembahasannya juga tentang kepariwisataan Bangli, sehingga Momentum ini juga bisa dimanfaatkan untuk terus berkomunikasi untuk terus meningkatkan program promosi pariwisata Bangli.

Sementara itu Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Bangli, DR. I Ketut Marjana yang baru dilantik menyampaikan bahwa memang badang promosi pariwisata Daerah (BPPD) Bangli ini adalah lembaga yang mengakomodasi dari seluruh elemen seperti Asosiasi Pariwisata Baik PHRI, ASISTA, SIPCO, Akademisi, Profesional teknologi dan lembaga riset universitas yang tujuannnya untuk dapat bersinergi, berkolaborasi untuk merumuskan strategi dalam mempromosikan pariwisata daerah kabupaten Bangli.

Lanjutnya lembaga ini juga telah terbentuk dibeberapa daerah, dengan demikian  hari ini telah dilantik maka melalui BPPD ini kita lakukan pembenahan-pembenahan baik dari segi promosi, tata kelola SDM  dan lain sebagainya sebab potensi potensi yang ada di kabupaten Bangli baik yang sudah ada dan yang perlu digali lagi yang sangat luar biasa harus terus kita perkenalkan dan sosialisasikan pada dunia.

Lebih lanjut dikatakan, Salah satu tujuan dari pembentukan BPPD ini adalah pembentukan citra dimana citra ini bisa kita lihat dari berbagai macam hal, yang pertama produknya harus mumpuni, harganya harus terjangkau, juga tempat dan akomodasi harus mendukung termasuk tak kalah penting adalah personalnya, sehingga bagaimana membangun budaya melayani dengan keramah tamahan dengan kenyamanan dan keamanan yang terjamin sehingga semuanya itu menjadi sebuah citra yang diperoleh melalui sebuah proses.

“oleh karena itu melalui BPPD ini kita harus berikan jaminan bagaimana Bangli ini adalah bagus, bangli ini layak untuk dikunjungi hal itulah yang harus kita bangun dan dapat kita buktikan” terangnya.

Berikutnya, potensi potensi yang ada yang tadinya belum sempurna dan yang masih biasa biasa saja harus kita kemas lebih relevan dengan daya tarik tersendiri, tentu hal ini tidak bisa kita lakukan sendiri hal ini butuh dukungan dari semua pihak baik itu penggiat pariwisata yang secara bergandengan tangan memajukan pariwisata, yang paling utama adalah pemerintah melalui kebijakan untuk bisa mempasilitasi program yang kita rumuskan.

“Saya optmis dengan terbentuknya badan promosi pariwisata daerah Bangli ini nanti pariwisata Bangli akan menjadi lebih baik kedepannya” pungkas Marjana. (Art/BPN/tim)