JAKARTA, balipuspanews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN mendorong dunia usaha untuk memperkuat dukungan pengasuhan anak bagi keluarga pekerja melalui program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA). Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi & Cerita Inspiratif TAMASYA Seri 3 “TAMASYA di Perusahaan” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom, Selasa (01/09/2026). Kegiatan ini menjadi ruang berbagi praktik baik sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang ramah keluarga.
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti mengatakan pengasuhan berkualitas merupakan salah satu fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, dukungan pengasuhan di lingkungan perusahaan dapat menjadi solusi bagi keluarga pekerja dalam menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dan pengasuhan anak.
“Taman Asuh Sayang Anak di tempat kerja bukan sekadar tempat penitipan anak, melainkan sebuah ekosistem pengasuhan berbasis anak yang aman, inklusif, dan penuh kasih sayang,” ujar Nopian, Selasa (1/9).
Nopian menambahkan, keberadaan TAMASYA memberikan manfaat bagi anak, orang tua, maupun perusahaan. Anak memperoleh pengasuhan yang optimal, pemantauan tumbuh kembang, serta terhindar dari berbagai risiko, sementara orang tua dapat bekerja dengan lebih tenang sehingga mendukung fokus, produktivitas, dan loyalitas terhadap perusahaan. Sudah terdapat pengalaman dan praktik dukungan pengasuhan di lingkungan perusahaan yang dapat menjadi modal untuk dikembangkan lebih lanjut.
“Yang perlu kita lakukan sekarang adalah memastikan praktik-praktik tersebut dapat ditingkatkan kualitasnya, diperluas, dan dijaga keberlanjutannya,” Ujarnya.
Direktur Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak Kemendukbangga/BKKBN, dr. Fabiola Tazrina Tazir, MAPS., menjelaskan bahwa dukungan pengasuhan memiliki kaitan erat dengan peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia kerja. Berdasarkan data tahun 2025 yang disampaikannya, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan berada pada angka 56,63%, masih tertinggal dibandingkan laki-laki. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kebijakan dan dukungan yang memungkinkan perempuan tetap berpartisipasi dalam dunia kerja sekaligus menjalankan fungsi pengasuhan dalam keluarga.
“Bonus demografi memerlukan kebijakan yang berpihak pada perempuan bekerja. Artinya, perempuan memerlukan support agar tingkat partisipasi angkatan kerja ini bisa meningkat,” jelas Fabiola.
Lebih lanjut, Fabiola menyampaikan bahwa TAMASYA merupakan program peningkatan kualitas pengasuhan pada daycare atau layanan sejenis melalui empat layanan utama, yaitu pendampingan dan peningkatan kapasitas pengasuh, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan serta stimulasi anak, pendampingan orang tua melalui edukasi parenting, dan layanan rujukan sesuai kebutuhan anak.
Berdasarkan registrasi TAMASYA yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, saat ini terdapat 3.430 layanan TAMASYA yang terdaftar di seluruh Indonesia, terdiri atas 767 daycare perusahaan, 281 daycare pemerintah, dan 2.372 daycare masyarakat.
Penulis/editor: Ivan Iskandaria.



