Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online: Murah, Cepat, dan Aman di Aula Universitas Mahasaraswati, Denpasar, Rabu, (5/12) yang digagas Kemenkominfo sebagai pelatihan serta fasilitasi dan simulasi jualan online bagi pengusaha UMKM.
sewa motor matic murah dibali

Denpasar, balipuspanews.com-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia mengadakan Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online: Murah, Cepat, dan Aman di Aula Universitas Mahasaraswati, Denpasar, Rabu, (5/12).

Pada kesempatan tersebut Kemenkominfo mengadakan pelatihan serta fasilitasi dan simulasi jualan online untuk mengajak pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) turut serta membangun dan menggerakkan usaha e-commerce di Indonesia, mengingat potensi besar akan perkembangan transaksi online di Indonesia.

Dengan menggandeng pemerintah kota Denpasar, LPP RRI Denpasar, serta marketplace Bukalapak untuk mengedukasi UMKM terkait penggunaan e-commerce, diharapkan para pelaku UMKM dapat semakin terstimulasi untuk memaksimalkan e-commerce untuk mengembangkan usaha mereka.

Indonesia dinilai memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia, mengingat saat ini terdapat penetrasi pengguna internet yang mencapai lebih dari 132 juta, pengguna e-commerce pun terus meningkat dengan bertambahnya portal e-commerce yang memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat saat ini.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti, dalam sambutannya mengatakan bahwa sejak akhir tahun 2014, Kementerian dan Lembaga bersama Asosiasi terkait dibawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bekerja sama menyiapkan ekosistem yang baik untuk mengembangkan industri e-commerce lokal.

Hasilnya adalah PP No. 74 Tahun 2017 tentang Roadmap e-Commerce Indonesia yang berisi inisiatif-inisiatif solusi terkait isu-isu seputar e-Commerce untuk mendukung dan mendorong potensi pertumbuhan e-commerce Indonesia.

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia harus dikerjakan bersama dengan lembaga terkait agar menghasilkan kebijakan yang komprehensif dan sinkron, Pemerintah juga merumuskan prinsip-prinsip utama pengembangan e-commerce lewat aksi afirmatif dengan poin utama pelaku bisnis e-commerce lokal terutama pelaku bisnis pemula dan UMKM mendapatkan perlindungan yang layak serta menjadi prioritas,” lanjut Rosarita.

Turut hadir pula dalam acara ini, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Septriana Tangkary. Dalam keterangannya, Septriana mengatakan transaksi online melalui portal e-commerce semakin populer digunakan di masyarakat luas, dan hal tersebut dapat dinilai sebagai perkembangan positif, karena semakin mudah untuk menghubungkan penjual dan pembeli saat ini.

“Hal tersebut penting disampaikan kepada UMKM agar semakin mengerti potensi pasar yang begitu besar. Langkah awal sudah terjajaki, namun edukasi akan penggunaan portal e-commerce penting untuk terus dilakukan,” ujar Septriana.

Menurutnya, perkembangan ekonomi ini harus terus dipupuk, dan masyarakat harus terus diberi dorongan dan dukungan untuk terus melakukan transaksi online agar industri dapat terus berkembang dengan pesat. Namun penting untuk diingat, masyarakat pun perlu dilindungi dengan dibekali ilmu cara bertransaksi digital yang aman.

Septriana pun menjelaskan bahwa melalui acara tersebut, ia juga ingin melakukan sosialisasi gerakan ‘Ayo UMKM Jualan Online’.

“Saat ini dari data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41%, dengan jumlah UMKM hampir mencapai 60 juta unit. Namun, baru sekitar 8% atau sebanyak 3,79 juta pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan platform online untuk memasarkan produknya, padahal tren pergerakan konsumen semakin memberat di transaksi online,” jelasnya.

Acara ini dibagi menjadi dua sesi: sesi pertama adalah pemaparan para narasumber dalam format diskusi panel mengenai transaksi jual beli dalam e-commerce secara umum. Lalu sesi kedua adalah workshop berjualan online untuk para pelaku UMKM, pedagang pasar ataupun siapa saja yang berminat untuk memasarkan produknya secara online.

Selain  Septriana Tangkary, beberapa pembicara yang ikut memberikan informasi pada acara ini antara lain pengamat ekonomi, Drs. I Gusti Agung Ngurah Gede Eka Teja Kusuma, SE, pelaku usaha online, Sri Wahyuni, dan juga perwakilan dari Bukalapak, Ryan.

Turut hadir dan memberikan sambutan Rektor Universitas Mahasaraswati, Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.PD dan Kepala RRI Denpasar Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.PD. Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti, juga turut memberikan keynote speech dalam acara tersebut. Ada juga testimoni dari beberapa UMKM yang sudah sukses berjualan online.

Untuk mengatasi rasa enggan para UMKM untuk berpartisipasi dalam pengembangan e-commerce Indonesia, Kemenkominfo mengajak beberapa narasumber yang terkait untuk membantu menunjukkan proses onboard untuk pelaku UMKM, pengenalan pendaftaran jualan online dan bagaimana cara melakukan jualan online.

Saat ini terdapat potensi besar yang wajib digali di Indonesia, karena jumlah masyarakat yang memiliki akses terhadap internet memungkinkan Indonesia untuk menjadi pasar transaksi online terbesar di Asia.

Di tahun 2020 mendatang, transaksi e-commerce di Indonesia ditargetkan mencapai US$ 130 milyar. Hal ini dapat tercapai, jika UMKM juga turut terlibat dalam membangun pasar dari sisi penyedia barang.(rls/bpn/tim)

 

Tinggalkan Komentar...