Sabtu, Juli 20, 2024
BerandaNasionalKemenPPPA Dukung Peningkatan Pemberdayaan Perempuan dalam Kewirausahaan Berspektif Gender

KemenPPPA Dukung Peningkatan Pemberdayaan Perempuan dalam Kewirausahaan Berspektif Gender

JAKARTA, balipuspanews.com – Jumlah populasi perempuan yang mencapai 133 juta jiwa atau hampir setengah dari keseluruhan jumlah penduduk di Indonesia harus dipandang sebagai potensi besar untuk mendorong laju perekonomian bangsa. Untuk itu “Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan kaum perempuan” menjadi salah satu dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (SDGs) yang juga ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyatakan perempuan dapat membawa perubahan positif yang besar. “Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendapatkan amanat yang tertuang dalam 5 Arahan Presiden dimana amanat pertama adalah  “Meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender”. Hal ini adalah pengakuan atas potensi perempuan untuk bisa mandiri, menghasilkan perubahan positif yang signifikan dan mendorong perekonomian bangsa,” ujar Menteri Bintang dalam keterangannya pada Selasa (21/2/2023)

Tidak mudah bagi perempuan untuk bisa mandiri karena masih banyak hambatan yang ditemui. Banyak kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak di Indonesia sehingga menempatkan perempuan menjadi kelompok rentan. Kemen PPPA memutuskan untuk menyasar pada perempuan penyintas kekerasan dan bencana, perempuan pra-sejahtera dan perempuan sebagai kepala rumah tangga. Kelompok subsisten/penyintas yang dibina oleh Bank Indonesia ini sejalan dengan strategi Kemen PPPA dalam menyasar kelompok perempuan rentan.

BACA :  Gelaran MotoGP kembali Hadir, Dapatkan Tiket di Aplikasi MyPertamina

“Untuk membantu kesejahteraan perempuan, Kemen PPPA menyasar pada kelompok perempuan rentan yang akan menjadi pintu masuk implementasi empat prioritas lainnya, yaitu peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan anak; penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak; penurunan pekerja anak; dan pencegahan perkawinan anak. Kelompok Asmarandhana yang saya kunjungi hari ini adalah bukti ketekunan dan kemauan belajar yang tinggi dari para perempuan penyintas kekerasan dalam rumah tangga dan juga perempuan yang memiliki anak berkebtuhan khusus. Kegigihan mereka untuk bisa mandiri bisa kita lihat dari hasil anyaman kulit untuk bahan baku ekspor produk fashion lokal Rorokenes. Mereka perempuan luar biasa yang harus terus didukung dan didampingi,” tegas Menteri PPPA.

Menteri PPPA memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bank Indonesia yang bekerjasama dengan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan pemerintah kota Semarang yang memiliki kepedulian terhadap kelompok perempuan penyintas. Upaya sinergi bersama untuk mengentaskan perempuan dari ketidakberdayaan perlu dicontoh banyak pihak.

“Kami tidak dapat bekerja sendirian. Kekuatan kita adalah bersinergi dan berkolaborasi seperti yang sudah dicontohkan oleh Bank Indonesia. Kekuatan kita adalah pada saling support satu sama lain. Semoga program ini bisa direplikasi oleh institusi lain sehingga semakin banyak perempuan rentan bisa diberdayakan,” ujar Menteri PPPA.

BACA :  Gelaran MotoGP kembali Hadir, Dapatkan Tiket di Aplikasi MyPertamina

Sementara itu, Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen, Bank Indonesia, Yunita Resmi Sari menyebutkan bahwa sejak tahun 2021, Bank Indonesia membentuk 8 (delapan) pilot project pemberdayaan ekonomi yang tersebar di seluruh Indonesia, salah satunya adalah Kelompok Asmarandhana di Semarang. Salah satu latar belakang pembentukan pilot project ini adalah kenyataan bahwa 71 persen masyarakat tidak punya akses di bank.

Penulis/editor : Ivan Iskandaria.

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular