Kementerian Pertanian RI Dukung Penjualan Produk Tani Berbasis Digital

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian RI Agung Hendriadi (tengah) di dampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali IB Wisnuardha disela kunjungan kerjanya ke Bali, Kamis (10/12)
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian RI Agung Hendriadi (tengah) di dampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali IB Wisnuardha disela kunjungan kerjanya ke Bali, Kamis (10/12)

DENPASAR, balipuspanews.com – Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementrian Pertanian RI Agung Hendriadi sangat mendukung penjualan produk pertanian hasil terobosan Dinas Pertanian dan Katahanan Pangan Provinsi Bali berbasis digital. Hal ini disampaikannya disela kunjungan kerjanya ke Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali, Denpasar, Kamis (10/12).

“Bali merupakan salah satu daerah potensial untuk market online, kami di pusat mendukung sepenuhnya. Jadikan pandemi ini sebagai masa koreksi diri, menciptakan penjualan model baru yang lebih modern,” tegasnya.

Pihaknya terus memotivasi para petani agar bisa mengambil hikmah di balik pandemi Covid-19 yang mewabah 9 bulan terakhir. Baginya, pandemi Covid-19 adalah momentum mewujudkan pertanian berbasis digital, terutama soal penjualan produknya.

Agung mengapresiasi strategi Distanpangan Bali yang berkerja sama dengan gojek untuk memfasilitasi produsen dengan konsumen bahan pangan lokal.

Menurutnya, dengan kerja sama ini, semua pihak diuntungkan. terlebih diasa pandemi Covid-19 ini, moda layanan transaksi online turut membantu pemerintah menekan penularan Covid-19 karena masyarakat tidak berkerumun ke pasar membeli bahan kebutuhan pokok.

“Kerja sama dengan gojek ini jelas bisa meminimalisir kerumunan di pasar-pasar tradisional. Hanya dari rumah, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan dengan memanfaatkan teknologi,” imbuh Agung.

Pada kesempatan yang sama Kadistanpangan Provinsi Bali IB Wisnuardhana, mengungkapkan, sampai saat ini, wilayah ketahanan pangan di Pulau Dewata terpantau aman, baik dari segi ketersediaan hingga stabilitas harga menjelang tahun baru.

Nota kesepahaman atau MoU sudah dilakukan sejak bulan Oktober, namun karena sesuatu hal awal Desember kemarin baru bisa berjalan. Dan antusias masyarakat Bali sangat tinggi memanfaatkan layanan ini. Tentu langkah ini memudahkan masyarakat atau konsumen memperoleh hasil pertanian.

“Kerjasama kami dengan gojek berjalan dengan baik. Paling tidak sembilan rantai pasar terputus menjadi tiga. Produsen menerima harga yang wajar dan konsumen menerima harga yang tidak terlalu mahal,” ungkapnya.

Ke depan, ia bertekad meningkatkan lagi kerja sama model layanan dengan gojek, seiring meningkatnya antusiasme konsumen.

“Nanti kami akan evaluasi kendala-kendala apa yang ditemukan. Termasuk soal teknis subsidi biaya transportasi untuk driver atau mengatur ulang jarak maksimum pengiriman barang,” kata dia memungkasi.

Penulis/Editor : Budiarta/Oka Suryawan