Kena Infeksi Paru-Paru, Ardianti Bersyukur Sudah Terdaftar JKN

Salah peserta JKN, Ni Kadek Meli Ardianti,18,
Salah peserta JKN, Ni Kadek Meli Ardianti,18,

BANGLI, balipuspanews.com– Ni Kadek Meli Ardianti,18, menganggap batuk pilek yang ia alami adalah penyakit biasa. Namun setelah lewat sebulan, bukannya sembuh, justru penyakitnya bertambah berat hingga menyebabkan ia sesak napas.

Ardianti akhirnya memeriksakan dirinya ke dokter Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Ia lalu disarankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.

Berbekal Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ia pun menjalani serangkaian pemeriksaan hingga akhirnya dokter menduga Ardianti menderita infeksi paru-paru.

“Saya harus menjalani perawatan intensif. Saya memakai alat bantu napas selama enam hari di rumah sakit, juga mengonsumsi obat-obatan khusus agar infeksi paru-paru yang saya alami tidak semakin parah. Untungnya selama perawatan, semua administrasi diurus dengan mudah loleh ibu saya. Prosesnya tidak berbelit-belit dan cepat selesai,” ungkap Ardianti, Rabu (21/9/2022).

Baca Juga :  Update Gempa Cianjur: 3 Jenazah Ditemukan, Korban Meninggal Dunia Bertambah Jadi 321 Orang

Ardianti mengaku penyakit infeksi paru- paru ini sama sekali tidak disangka-sangka akan menimpa dirinya karena ia sama sekali tidak memiliki riwayat sesak napas.

Bahkan sehari-harinya ia merasa sangat sehat, tetapi tiba-tiba penyakit tersebut mendera hingga memaksanya beristirahat cukup lama. Berkat pengobatan rutin, kini Ardianti merasakan badannya mulai membaik.

“Pengobatan yang saya jalani sama seperti pasien lainnya yang berada satu ruangan dengan saya. Tidak ada kendala sedikit pun. Kebetulan hak kelas saya di kelas tiga, dulu saya didaftarkan oleh aparat desa sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran yang iurannya ditanggung Pemerintah Kabupaten Bangli.

Ibu bilang, untung kami punya JKN sehingga tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk biaya pengobatan. Jika harus membayar tentu kami akan merasa berat,” ujar Ardianti.

Baca Juga :  Pensiunan Guru SMP Ternama Ini Sebut JKN Sangat Bermanfaat

Ardianti menceritakan bahwa ayahnya berkerja sebagai buruh bangunan, sedangkan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Ia bersama kakaknya selama ini dapat melanjutkan pendidikan karena kegigihan orang tuanya untuk bekerja keras sehingga mampu menyekolahkan anak-anaknya.

“Rasanya saya ingin terus mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena sudah mendaftarkan kami sekeluarga menjadi peserta JKN. Dengan menjadi peserta JKN, kami bisa fokus menggunakan uang untuk pendidikan dan kebutuhan sehari-hari, tidak takut lagi biaya berobat yang mahal,” tuturnya. (adv)

Penulis: Gde Candra
Editor: Oka Suryawan