Kenalan Lewat Chat, Gadis 20 Tahun Diduga Jadi Korban Pemerkosaan

Ilustrasi pemerkosaan. (Sumber gambar: tiffaNews)
Ilustrasi pemerkosaan. (Sumber gambar: tiffaNews)

KARANGASEM, balipuspanews.com – Kasus dugaan pencabulan terhadap gadis berusia 20 tahun kini sedang dalam proses penyelidikan Polsek Bebandem, Karangasem, Bali.

Kapolsek Bebandem AKP I Wayan Gede Wirya, saat dikonfirmasi, Sabtu (2/7/2022), menerangkan, kasus ini dilaporkan oleh ayah korban berinisial KN,47, ke Polsek Bebandem pada 29 Juni 2022 lalu setelah mengetahui putrinya mendapat perlakukan tak senonoh dari seorang pemuda.

Awalnya, korban diketahui oleh ibunya mengeluarkan darah dari kemaluannya padahal belum waktunya menstruasi. Setelah didiamkan, darah malah semakin banyak keluar, sampai akhirnya pada Rabu (29/6/2022) sekira pukul 08.00 WITA, korban diajak ke RS BaliMed untuk memeriksakan keluhannya tersebut dan dikatakan bahwa kemaluannya robek dan mengalami pendarahan sehingga mendapat penanganan berupa jahitan.

Sepulang dari RS Balimed, kakak korban WS merasa curiga terhadap keadaan adiknya tersebut, hingga secara inten menanyakan kenapa sampai mengalami pendarahan dan robek pada kemaluannya.

Saat itu korban akhirnya mengaku bahwa telah mengalami pencabulan oleh seorang pemuda yang dikenalnya berinisial MNS.

“Setelah mendengar pengakuan putrinya, orang tua langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bebandem,” ujar AKP. Wayan Gede Wirya.

Baca Juga :  Kapolresta dan Dandim Sidak Pantai Kuta

Setelah dilaporkan, Polsek Bandem langsung mengorek keterangan dari korban. Kepada polisi, korban mengatakan awalnya pada Jumat (24/6/2022) pelaku MNS sempat WhatsApp korban mengajak berkenalan.

Berawal dari perkenalan tersebut, pelaku sempat chat mengajak korban untuk jalan-jalan ke Pameran HUT Kota Amlapura di Lapangan Candra Buana. Namun pada Selasa (28/6/2022), pelaku kembali chat korban untuk mengajak korban makan malam berdua, hanya saja ditolak korban.

Nah pada saat chat tersebut, korban kebetulan sedang berada di Pura untuk melaksanakan Piket Mekemit (Menginap) Truna-Truni karena akan melaksanakan Upacara Ngaben, namun saat itu piket dibatalkan sehingga korban bergegas untuk pulang.

Hanya saja sebelum pulang, pelaku kembali chat korban, meminta agar korban mampir ke rumahnya untuk makan malam. Karena jalan pulang korban melewati rumah pelaku, dalam perjalanan pulang korban sempat berhenti didepan rumah pelaku, saat itu pelaku langsung mengajak korban masuk ke pekarangan rumahnya dengan alasan malu dilihat orang karena sudah malam.

Baca Juga :  Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-77, Grup 1 Kopassus Gelar Sunatan Massal di Griya Sena Baladika Serang

Saat itu, korban langsung menuruti keinginan pelaku, namun begitu masuk kepekarangan rumah, pelaku kembali mengajak korban untuk masuk ke dalam kamar dan korban pun bersedia namun pada saat berada didalam kamar pelaku tiba-tiba langsung menutup dan mengunci pintu kamar.

Setelah mengunci pintu, pelaku mulai melancarkan niat mesumnya, awalnya pelaku memeluk pinggang korban dan merayu agar mau makan malam berduaan, mulai merasa tidak nyaman korban berusaha melepaskan pelukan pelaku sambil menolak ajakan makan malam pelaku.

Saat itu juga korban langsung berdiri dan bersiap untuk keluar kamar. Namun saat ia berdiri, pelaku mendorong korban hingga jatuh ke kasur, pelaku langsung menindih korban dan mengatakan ajakan untuk wik-wik.

Mendengar ajakan pelaku, sontak saja korban langsung menolak dan mengatakan mau pulang karena sudah malam sambil berusaha bangun dari tempat tidur.

Saat mencoba bangun, korban sempat meraih Botol Hand Body untuk digunakan memukul pelaku, namun apa daya pelaku yang sudah terbawa nafsu kembali menarik badan korban dan memegang kedua tangannya.

Baca Juga :  Puluhan Sapi Diduga Terjangkit PMK, Warga Dusun Poh Harapkan Pengobatan Gratis

Setelah itu, pelaku langsung menggagahi pakaian dalam korban, walau sempat melawan namun korban tak berdaya hingga pelaku mulai melancarkan aksinya, mulai dari memasukkan jari hingga memaksakan memasukkan kemaluan pelaku kedalam kemaluan korban hingga merintih kesakitan.

Korban langsung menangis dan saat itu juga pelaku langsung berhenti. Namun lagi-lagi pelaku memeluk korban dan mencoba untuk memegang dan memasukkan jari ke kemaluan korban hingga berusaha ingin menghisap payudara.

Sambil menangis korban kembali melakukan perlawanan dan akhirnya berhasil keluar dari dalam kamar pelaku dan korban pun langsung pulang ke rumahnya.

Sesampainya di rumah korban melihat kemaluan mengeluarkan darah, dari awalnya sedikit namun semakin lama semakin bertambah banyak hingga diketahui oleh ibunya dan diperiksakan ke RS Balimed.

Sementara itu, selain mengorek keterangan dari korban dan saksi-saksi, Polsek Bandem juga sudah mengamankan terduga pelaku untuk diproses lebih lanjut.

“Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Bebandem untuk proses lebih lanjut,” erang Wirya.

Penulis : Gede Suartawan

Editor : Oka Suryawan