Jumat, Juni 14, 2024
BerandaBulelengKenali Gejala Penyakit Kencing Manis dan Cara Mencegahnya

Kenali Gejala Penyakit Kencing Manis dan Cara Mencegahnya

BULELENG, balipuspanews.com – Penyakit kencing manis atau diabetes melitus saat ini menjadi sebuah penyakit yang paling sering di keluhkan masyarakat di era sekarang. Hal itu tentu harus menjadi perhatian serius agar masyarakat bisa mencegah dan mengenali gejalanya.

Dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng sebagai dokter klinis dari bidang penyakit dalam, dr. Ni Made Nova Andari Kluniari menjelaskan penyakit diabetes mellitus atau yang lebih dikenal di masyarakat sebagai penyakit kencing manis ini merupakan suatu penyakit dengan tanda kelebihan zat atau kadar gula darah di dalam tubuh. Secara epidemiologi atau secara pemerataannya di dunia ini, pengidap diabetes atau kencing manis ini sangat tinggi.

“Jadi, kenapa kita penting sekali untuk mengetahui tentang diabetes ini? Karena sekarang kan makanan kita itu banyak yang mengandung gula, ya, jadi asupan gulanya tinggi sekali,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini banyak teknologi yang kita gunakan dalam bekerja, yang membuat manusia menjadi jarang bergerak dan mengharuskan manusia duduk dalam jangka waktu lama. Oleh karena itulah angka diabetes ini terus meningkat sepanjang tahun.

BACA :  Puri Cempaka Bekas Rumah Bupati Candra Jadi Kantor Kejari Klungkung

“Sedentary lifestyle seperti tadi yang saya bilang, kurangnya aktivitas fisik, juga membuat kita bisa terkena diabetes, selain genetik, ya,” jelasnya.

Terkait gejalanya, dr. Nova menjelaskan terdapat mengenal 4P, yaitu, polidipsi (haus berlebihan), poliuri (buang air kecil berlebihan), polifagia (lapar berlebihan), dan penurunan berat badan. Dr. Nova mengatakan apabila gejala tersebut muncul, maka sebetulnya diabetes sudah lama mengidap di tubuh akibat pola hidup yang salah.

dr. Nova menjelaskan, mencegah diabetes dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, rutin berolahraga membantu menjaga keseimbangan glukosa dalam darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Kedua, menjaga berat badan tetap ideal sangat penting karena obesitas dapat meningkatkan risiko diabetes.

Ketiga, menerapkan pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan rendah gula dan karbohidrat kompleks dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Keempat, melakukan pengecekan gula darah secara berkala penting untuk mendeteksi potensi diabetes sedini mungkin.

Kelima, mengelola stres dapat membantu mengurangi risiko diabetes karena stres dapat mempengaruhi kadar gula darah. Terakhir, menghentikan kebiasaan merokok juga penting karena merokok dapat meningkatkan risiko diabetes dan komplikasi kesehatan lainnya.

BACA :  Tingkatkan Pengetahuan dan Kompetensi, Dinas Pariwisata Denpasar Gelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata

“Melalui pola penerapan ini, seseorang dapat mengurangi risiko terkena diabetes dan menjaga kesehatan secara keseluruhan, jadi mari hidup lebih sehat mulai dari diri sendiri,” pungkas dia.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular