Kenali Manfaat, Dosis Pakai, dan Efek Samping Meloxicam

Obat meloxicam (Sumber foto: hdmall.id)
Obat meloxicam (Sumber foto: hdmall.id)

DENPASAR, balipuspanews.com- Radang sendi atau artritis merupakan penyakit yang tidak hanya terjadi pada orang lanjut usia, melainkan juga dapat menyerang semua golongan usia, termasuk anak-anak dan remaja.

Radang sendi menyebabkan sendi menjadi kaku hingga bengkak dan sulit digerakkan. Tentunya, kondisi tersebut akan mengganggu aktivitas dan produktivitas sehari-hari apabila saat kambuh.

Oleh karena itu, Anda harus segera ke dokter apabila mengalami gejala-gejala menyerupai radang sendi yang meliputi persendian terasa nyeri, area sendi tampak bengkak dan kemerahan, otot di sekitar sendi terasa lemah.

Anda juga bisa tanya dokter online lebih lanjut untuk mempermudah konsultasi dari rumah.

Untuk mencegah peradangan lebih lanjut, pasien biasanya akan diresepkan obat antiinflamasi non-steroid oleh dokter, salah satunya meloxicam.

Mengingat obat ini masuk dalam golongan obat resep, penggunaannya pun tidak bisa sembarangan. Untuk itu, Anda perlu kenali lebih lanjut terlebih dahulu mengenai obat meloxicam sebelum mengonsumsinya.

Manfaat Meloxicam

Meloxicam adalah obat yang dimanfaatkan untuk meredakan nyeri, pembengkakan, dan kekakuan pada beberapa kondisi peradangan sendi di antaranya:

  • Rheumatoid arthritis atau radang sendi yang disebabkan oleh autoimun yang memicu pembengkakan pada lapisan sendi.
  • Osteoarthritis atau radang sendi yang disebabkan oleh rusaknya lapisan sendi dan menyebabkan gesekan langsung antartulang.
  • Juvenile idiopathic arthritis (JIA) atau reumatik kronik yang terjadi pada anak usia di bawah 16 tahun.
  • Ankylosing spondylitis atau peradangan kronis yang menyebabkan menyusutnya ruang antara ruas tulang belakang.
Baca Juga :  Polsek Denbar Ringkus Pengedar Sekilo Ganja Kering

Obat meloxicam merupakan jenis obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) yang bekerja di dalam tubuh sebagai penghambat kerja enzim yang memproduksi prostaglandin atau senyawa yang menimbulkan gejala peradangan.

Dengan pemberian meloxicam, kadar jumlah prostaglandin dalam tubuh pun dapat kembali normal dan rasa sakit menjadi berkurang.

Beberapa merek dagang meloxicam yang tersedia yaitu Mecox, Meloxicam, Ostelox, Flamoxi, dan Hexcam.

Apakah Meloxicam Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui?

Anda perlu tahu jika meloxicam merupakan obat yang masuk dalam golongan obat keras. Di mana, penggunaan secara aman hanya dilakukan berdasarkan petunjuk yang diresepkan oleh dokter.

Terkait keamanan bagi ibu hamil, meloxicam dikategorikan C, yang artinya obat secara aktif memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, berdasarkan studi pada binatang.

Penggunaan meloxicam atau obat golongan NSAId lainnya pada trimester ketiga kehamilan dapat menyebabkan masalah jantung atau ginjal yang serius. Lebih parah, dapat terjadi komplikasi dengan kehamilan Anda.

Sementara bagi ibu menyusui, kandungan meloxicam dapat terserap masuk ke dalam ASI.

Dengan demikian, Anda wajib berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu terkait pemakaian meloxicam saat sedang hamil dan menyusui. Biasanya, dokter tetap meresepkan meloxicam dalam dosis ringan jika dinilai manfaatnya lebih besar daripada efek sampingnya.

Perhatian Penting Sebelum Mengonsumsi Meloxicam

Saat melakukan pemeriksaan atau konsultasi penyakit yang membutuhkan penggunaan obat meloxicam, pastikan Anda memperhatikan beberapa hal penting berikut:

  • Riwayat penyakit dan alergi yang dimiliki, terutama alergi terhadap bahan kandungan serupa meloxicam.
  • Jika Anda akan atau baru saja menjalani operasi bypass jantung, beritahukan kepada dokter, karena meloxicam tidak boleh digunakan pada kondisi ini.
  • Beritahu dokter apabila Anda menderita penyakit saluran pencernaan seperti tukak lambung, asam lambung, maag, atau pendarahan pada saluran pencernaan.
  • Beritahu dokter apabila Anda menderita penyakit jantung, hipertensi, asma, liver, ginjal, polip hidung, atau gangguan pembekuan darah.
Baca Juga :  Kolaborasi Baleganjur dan Hadrah Hiasi Semarak Sambut HUT RI di Pengastulan

Dosis dan Aturan Pakai Meloxicam

Lembaga Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) tidak memberi izin penggunaan meloxicam pada anak usia kurang dari 2 tahun. Pastikan Anda selalu membicarakannya terlebih dahulu dengan dokter.

Untuk keamanan Anda, jangan pernah menambah atau mengurangi dosis meloxicam sembarangan karena dapat memicu efek samping lebih parah hingga penyakit komplikasi. Gunakan meloxicam sesuai dosis yang diberikan dokter.

Pemberian dosis meloxicam kepada pasien bergantung pada kondisi kesehatan, usia, dan berat badan. Secara umum, dosis dan aturan pakai meloxicam berdasarkan bentuk sediaan dan tujuan pengobatan adalah sebagai berikut:

  • Meloxicam tablet
    Mengatasi osteoarthritis dan rheumatoid arthritis Anak dengan berat badan lebih dari 60 kg: berikan 7,5 mg dalam sehari. Dewasa: berikan 7.5-15 mg dalam sehari. Lansia: berikan 7,5 mg dalam sehari
  • Meloxicam suppositoria
    Mengatasi osteoarthritis, rheumatoid arthritis, dan nyeri pada sendi
    Berikan 1 suppositoria untuk sehari sekali dengan cara dimasukkan ke dalam anus.
Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Kayubihi, Bangli

Efek Samping Meloxicam
Sebagaimana obat lain, meloxicam pun dapat menimbulkan efek samping tertentu yang juga bergantung pada kondisi daya tahan tubuh pasien. Namun, efek samping dari pemakaian meloxicam yang mungkin terjadi dapat berupa:

  • Pusing
  • Diare
  • Sembelit
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut

Segera hubungi dokter apabila setelah mengonsumsi meloxicam, Anda merasakan kondisi seperti:

  • Tanda-tanda alergi meliputi gatal-gatal, pembekakan di area wajah dan lidah, hidung tersumbat, susah napas
  • Tanda-tanda serangan jantung atau stroke meliputi nyeri dada yang menyebar ke bahu atau rahang, mati rasa pada satu sisi tubuh, sesak napas, koordinasi otot buruk

Interaksi dengan Obat Lain

Terdapat beberapa obat yang dapat meningkatkan risiko interaksi jika digunakan bersamaan dengan meloxicam, yaitu:

  • Risiko pendarahan jika digunakan dengan obat antikoagulan (warfarin atau heparin), kortikosteroid, NSAID lain, dan SSRI
  • Menurunkan efek antihipertensi diuretik, beta-blocker, inhibitor ACE, dan antagonis angiotensin II
  • Risiko peningkatan konsentrasi serum digoxin, metotreksat, dan lithium

Makanan yang Harus Dihindari
Penderita radang sendi yang tengah menjalani pengobatan dengan meloxicam sebaiknya menghindari jenis makanan berikut, supaya obat dapat bekerja dengan efektif, yaitu:

  • Makanan dan minuman manis
  • Alkohol
  • Makanan tinggi garam dan purin
  • Asam lemak omega-6.

Penulis: Gde Candra
Editor: Oka Suryawan

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
balipuspanews android aplikasi
sewa mobil termurah dibali
sewa motor matic murah dibali