Kenapa Sabung Ayam Sulit Dibubarkan Petugas?

Tajen

Kuta, balipuspanews. com – Judi tajen (sabung ayam) belum sepenuhnya diberantas tuntas oleh aparat kepolisian. Dari pantauan dilapangan, di sejumlah titik gelanggang judi tajen masih terus beroperasi, bahkan dilakukan secara terang-terangan.

Informasi dilapangan, ada enam lokasi judi tajen yang masih beroperasi dan sepertinya kebal hukum. Seperti di Jalan Mertajaya Denpasar, Pura Dalem Renon, Jalan Subak Dalem Gatot Subroto, Jalan Subali Padang Sumbu, Kesiman dan Banjar Teges Jalan Gunung Tangkuban Perahu.

Untuk di wilayah Badung ada empat lokasi di Dawas Canggu, Mengwi, Abiansemal dan Buduk Mengwi Badung. “Kalau tidak salah di Denpasar paling banyak arena judi tajen,” bisik sumber dilapangan, Senin (5/11).

Lokasi yang paling diminati para bebotoh judi yakni di kawasan Mertajaya Denpasar. Arena tajen Mertajaya diklaim merupakan lokasi judi tajen terbesar di wilayah Bali. Bahkan, banyak pemain judi asal luar daerah berjudi disana.

Sumber menambahkan, perputaran uang dari judi tajen di Bali sangat menggiurkan, bisa mencapai untung ratusan juta rupiah. Maklum saja, para pemain judi setiap kali memasang taruhan mencapai jutaan hingga puluhan juta.

Apalagi, arena judi tajen setiap hari beroperasi dari siang hingga malam. “Judi tajen sekarang ini sudah terang-terangan. Jadi bebotoh bisa beroperasi sampai malam,” beber sumber yang namanya enggan dikorankan ini.

Masih beroperasinya judi tajen di Bali mendapat tanggapan keras Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjaja yang dikonfirmasi wartawan, Senin (5/11). Ia membantah pihak kepolisian melakukan pembiaran terhadap kegiatan judi tajen di Bali. “Segala bentuk judi dilarang Undang-undang, termasuk judi tajen,” tegasnya.

Selain itu, Kombes Hengky menegaskan, pihaknya sudah melakukan penertiban sejumlah perjudian sabung ayam di Bali. Dia pun berharap agar kegiatan adat Taburah tidak ditunggangi perjudian. “Sudah dan terus ditertibkan. Jangan sampai kegiatan adat tabuhrah ditunggangi dengan perjudian,” terang perwira melati tiga dipundak ini.

Disamping belum menjelaskan detail lokasi mana saja yang dilakukan penertiban, mantan Karo Binkar Biro SDM Polda Bali ini hanya menyampaikan bahwa penegakan hukum adalah upaya terakhir. “Kalau bisa diimbau itu lebih baik,” tegasnya.(pl/bpn/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here