Kendaraan Water Cannon Dikerahkan Saat Mahasiswa AMP Berdemo di Bundaran Renon

DENPASAR, balipuspanews.com – Aksi demo kembali dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Bali di bundaran Renon, Denpasar, Selasa (14/7). Aksi tersebut berjalan tertib dan dikawal anggota Polsek Denpasar Timur dan Polresta Denpasar.

Di lokasi demontrasi, Polisi juga mengerahkan kendaraan water cannon untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Para mahasiswa ini berorasi dengan membagikan selebaran beberapa tuntutan. Diantaranya, menuntut pemerintah Indonesia untuk memberikan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi bangsa Papua Barat.

Selain itu, mereka juga menuntut pemerintah membebaskan seluruh tahanan politik Papua Barat. Aksi demo ini juga menolak terkait Otsus jilid II, dan menuntaskan pelanggaran HAM di Papua.

Baca Juga :  Denpasar Raih Juara Umum II di Ajang Porprov Bali XV

Tuntutan lainnya yakni agar pemerintah menarik kembali militer organik dan non organik dari tanah Papua Barat, hingga tuntutan menutup Freeport.

Para mahasiswa ini juga menuding aparat kepolisian telah membungkam hak demokrasi para mahasiswa saat menyuarakan hak demokrasinya.

“Mereka telah membungkam ruang demokrasi. Bahkan jurnalis saja mereka batasi,” teriak seorang wanita orasinya.

Sementara itu, aksi demo AMP berjalan damai hingga pukul 12.00 Wita. Pendemo berangsur-angsur pulang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Penulis : Kontributor Denpasar

Editor : Oka Suryawan