Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com – Para kepala daerah mulai dari Gubernur, Bupati dan Walikota mesti berbekal konsep pada pertemuan IMF-World, karena Bali sebagai penyelenggara minimal bisa menarik investasi US$ 7 milyar atau Rp 100 Triliun, Pelabuhan yang bisa ditawarkan minimal empat dari investasi, yaitu Celukan Bawang, Tanah Ampo, Gunaksa dan Nusa Penida
.

“Inilah tugas Bupati. Setiap Bupati harus membawa apa yang harus ditawarkan kepada investor yang hadir, disana tidak berbicara industri kecil, tetapi apa yang ditawarkan kepada pemilik uang dari seluruh dunia ini Kalau tidak siap, tidak mendapat apa-apa.Maka dari itu KADIN berharap Gubernur dan Bupati seluruh Bali mempersiapkan investasi apa yang bisa ditawarkan dalam pertemuan tahunan IMF-World Bank itu,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra ketika ditemui di Kantor KADIN Bali, Denpasar, Senin (24/9).

Ia mengatakan pihaknya akan membuka peluang guna menjembati antara Pemerintah dan Investor.

Lebih jauh ditekankan n dalam Pertemuan tahunan IMF-World Bank ini karena memang harus kita dukung penuh.

“Ini moment yang terbesar untuk menarik investasi, baik ke Bali maupun Indonesia
Kadin sebagai leading sector dunia usaha tentu sangat mendukung pertemuan tersebut
Kadin sudah mempersiapkan jenis-jenis investasi apa saja yang bisa didorong untuk bisa disuarakan dalam forum itu, seperti infrastruktur
,” katanya.

Menurutnya, kalau bisa infrastruktur modern seperti jalan tol, pelabuhan dan airport
kedepannya pelabuhan dan airport harus dibangun di beberapa daerah di Bali.

“Yang datang nantinya adalah CEO, investor dan Petinggi-petinggi Bank dari seluruh dunia
anggota KADIN serta pengusaha harus tanggap dan proaktif dalam bidang kerajinan untuk berusaha mencari peluang dalam acara tersebut,” ujarnya.

Pihaknya berharap Pemerintah mempunyai perencanaan pembangunan untuk bisa disosialisasikan disana, kira-kira apa yang ditawarkan kepadap ara pelaku bisnis yang akan hadir.

“Dalam event besar ini pengusaha Bali harus proaktif dan meraih peluang ini
Kita berusaha untuk hadir disana dan teman-teman akan difasilitasi,” jelasnya.

Ia mengingatkan pemerintah untuk mempersiapkan daftar investasi untuk dapat dipresentasikan dalam forum tersebut.

“Masak Kadin yang harus menyiapkan, kan Pemerintah yang harus membangun, Kadin Indonesia sudah melakukan MoU dengan IMF dalam bidang penyediaan air bersih dan penggalangan kapal, ” katanya.

Sampai saat ini, yang perlu dipersiapkan adalah penawaran jalan tol kepada para Banker internasinal ini segera dipersiapkan, supaya mereka bisa MoU dengan World Bank.

Salah satu Kadin Indonesia sudah melakukan MoU untuk penyediaan air bersih di DKI, Tangerang, Bekasi dan Jawa Tengah.

Sampai saatg ini
Bali akan mendata potensi untuk bisa diinvestasikan di Bali
Kadin juga memfasilitasi UMKM-UMKM untuk didaftarkan, melalui 4 asosiasi yaitu, APINDO, HIPMI, IWAPI, PERWIRA dan REI untuk mereka mendaftarkan. “Nanti mereka (UMKM red) mendaftar disana, kita akan fasilitasi

Kalau ini benar-benar dimanfaatkan oleh Pemerintah Pusat dan daerah, maka ekonomi otomatis akan naik
,” ujarnya. (art/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...