sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com  — Luh Sri Famila Wati alias Mila (40) kini harus berurusan dengan polisi. Ibu rumah tangga (IRT) yang tinggal di jalan Pulau Sumatra Gang III, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan/Kabupaten Buleleng ini harus merasakan gerahnya sel tahanan Mapolres Buleleng. Ia diciduk setelah terbukti mengonsumsi narkoba jenis shabu-shabu.

Seijin Kapolres Buleleng, Kasat Narkoba AKP I Ketut Suparta menjelaskan, Mila ditangkap saat tengah mengambil shabu pesanannya di wilayah Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar Buleleng.

Polisi berhasil menyita 0.37 gram brutto shabu yang disembunyikan dibalik bungkus rokok Sampoerna Mild warna putih.

Baca Juga: Simpan 1000 pil Koplo, Buruh Bangunan ini Divonis 5 Tahun

“Mila kami tangkap pada Senin (21/1). Pengakuannya shabu itu dibeli dari orang yang tidak dikenal dengan sistem tempel seharga Rp 200 ribu,” kata Kasat Suparta, Kamis (7/2).

Sementara dihadapan awak media, pelaku Mila mengaku jika barang haram itu dipesan melalui Handphone. Selama mengonsumsi narkoba, Mila melakukannya secara sembunyi-sembunyi agar sang suami tidak mengetahui.

“Barangnya saya ambil pakai sistem tempel. Mau dipakai sendiri. Saya hanya kepingin aja. Saya tidak pakai di rumah. Saya khilaf,” singkatnya.

Selain Mila, polisi juga mengamankan seorang pengedar sabu bernama I Gede Agus Dita Saputra alias Agus (32). Dari tangannya polisi berhasil menyita seberat kurang lebih 3 gram shabu siap edar.

Akibat perbuatannya, Mila dijerat dengan pasal 112 ayat (1) atau pasal 127 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling lama 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 8 Miliar.

Sementara pelaku Agus dijerat dengan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) atau pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 10 Miliar.

Tinggalkan Komentar...