TABANAN, balipuspanews.com – Usai musim penghujan, dikhawatirkan muncul beberapa wabah penyakit. Seperti misalnya wabah penyakit demam berdarah.

Sehingga, pasca musim penghujan dan untuk menghindari mewabahnya penyakit demam berdarah, masyarakat perlu melakukan langkah-langkah antisipasi. Salah satunya dengan melakukan penyemprotan atau foging.

Selama ini untuk mendapatkan atau memiliki alat foging tersebut harus dengan biaya yang cukup mahal. Namun jangan khawatir, dari kreatifitas para pemuda atau yowana di Desa Penebel, Tabanan, kini alat foging bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau. Seperti apa alat foging “made in” yowana Desa Penebel tersebut? Berikut sajiannya.

Kepada awak media ini, Selasa (2/6) Ketua STT Penebel I Gusti Agung Prasta Bisama mengatakan alasannya membuat alat foging. Berawal dari beberapa bulan lalu anggotanya melihat dibeberapa media sosial dan akun-akun pelapak yang menjual alat fogging.

“Sayangnya rata-rata alat foging itu dijual dengan harga yang terbilang mahal. Hal itu membuat kami terpanggil untuk mencoba membuat alat fogging yang harganya ekonomis, pemakaiannya mudah sehingga semua kalangan masyarakat termasuk lembaga desa adat bisa membeli dan menggunakannya,” ungkapnya.

Prasta Bisama menyebutkan, pembuatan alat foging ini sendiri dilakukannya sejak bulan Mei lalu. Adapun bahan-bahannya terdiri dari kawat tembaga sepanjang 2 meter, pompa air dengan kapasitas 2 liter, selang kecil dan sedang, klem dan flamegun. Selain itu juga menggunakan besi plat jaring dan tali rapia atau kabel tis.

Lebih jauh Prasta Bisama mengatakan, pengerjaan alat foging ini dilakukan oleh delapan anggota STT dan dikerjakan bersama-sama di Bale Banjar Penebel Kaja dengan tetap mengikuti himbauan pemerintah terkait penanganan covid-19, khususnya untuk selalu menjaga jarak, menggunakan masker dan sebagainya.

Sementara untuk permodalannya bersumber dari dana kas STT setempat. Hingga saat ini alat foging yang telah diproduksinya ini telah laku 15 unit diseputaran Tabanan.

“Kami juga siap melayani konsumen dari luar Tabanan dengan harga yang juga relatif murah,” sebutnya.

Adapun harganya disebutkan sangat terjangkau. Yakni dengan harga Rp. 375 ribu per unit. Pembeli cukup menambahkan Rp. 25 ribu untuk mendapatkan gasnya.

Prasta Bisama menjelaskan untuk sekali pemakaian tergantung dari kapasitas gas dan cairan obat nyamuknya. Rata-rata kalau gas dalam keadaan penuh bisa untuk penyemprotan pada 5 sampai 7 rumah.

Sementara seorang tokoh masyarakat Desa Penebel yang saat ini duduk sebagai Ketua Satgas Covid 19 Desa Adat Penebel dr. IGNB Mahayasa memuji kreatifitas para yowananya ini. Baginya, ini sangat membanggakan karena ditengah mewabahnya virus corona yowananya memiliki kepekaan tinggi terhadap kemungkinan munculnya wabah demam berdarah.

“Kami sangat kagum dan mendorong kreatifitas sekehe teruna kami untuk berkarya nyata. Terlebih karyanya tersebut sangat bermanfaat untuk masyarakat,” pujinya.

Lalu, tertarik memiliki alat foging murah meriah dan berfungsi efektif untuk menghindari terjangkitnya demam berdarah? Alat foging “made in” STT Penebel ini layak dimiliki.

Penulis / Editor : Ngurah Artadana/ Putu Artayasa