Gubenur Koster usai memimpin rapat rencana pengembangan infrastruktur kereta api pada Jumat (10/5) sore di Jaya Sabha, Denpasar
Gubenur Koster usai memimpin rapat rencana pengembangan infrastruktur kereta api pada Jumat (10/5) sore di Jaya Sabha, Denpasar

DENPASAR, balipuspanews.com – Bali akan segera memiliki jaringan kereta api yang menghubungkan berbagai titik strategis di pulau ini. Selain akan menjadi solusi bagi masalah kemacetan lalu lintas, jaringan kereta api listrik ini juga akan memperkuat posisi Bali sebagai pulau ramah lingkungan.

Kereta api bertenaga listrik tidak menggunakan bahan bakar fosil sehingga tidak akan menimbulkan polusi serta menghasilkan jejak karbon yang 20-35 persen lebih sedikit dibandingkan kereta api bertenaga diesel.

sewa motor matic murah dibali

Inisiatif pembangunan jaringan kereta api listrik ini merupakan salah satu inovasi Gubernur Bali Wayan Koster. Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru yang diusung Koster memang memberi perhatian sangat besar pada pelestarian lingkungan. Karena itulah Koster memastikan bahwa jaringan kereta api Bali harus menggunakan tenaga listrik.

“Jaringan kereta api listrik ini nantinya akan dibangun keliling Bali. Untuk tahap pertama akan diprioritaskan pembangunan jalur yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai-Mengwitani-Singaraja,” ujar Koster usai memimpin rapat rencana pengembangan infrastruktur kereta api pada Jumat (10/5) sore di Jaya Sabha, Denpasar.

Jalur pertama ini rencananya akan mulai dibangun pada 2020 mendatang. Kehadiran jalur pertama ini diyakini akan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur Mengwi-Bedugul-Singaraja. Selain itu, kehadiran jalur ini dipastikan akan menyediakan alternatif transportasi yang lebih nyaman dan cepat baik bagi krama Bali maupun para wisatawan. Saat ini jalur Denpasar-Singaraja umumnya ditempuh selama tiga jam. Kereta api listrik akan mampu menyelesaikan rute tersebut dalam dua jam.

Rapat rencana pengembangan infrastruktur kereta api itu dihadiri sejumlah pejabat teras Kementerian Perhubungan, termasuk Dirjen Perkeretaapian, Kepala Badan Litbang, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Para pejabat teras tersebut menyambut baik rencana inovatif yang disampaikan Koster dalam mengembangkan jaringan transportasi massal berbasis kereta api di Bali. Mereka meyakini bahwa inovasi tersebut akan meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik serta sekaligus meningkatkan kualitas pariwisata Bali.

Sebagai bentuk konkrit dukungan tersebut, para pejabat teras itu akan segera menyusun Nota Kesepahaman yang nantinya akan ditandatangani oleh Menteri Perhubungan, Gubernur Bali, serta Dirut PT KAI.

Selain harus ramah lingkungan, Koster juga menekankan bahwa jaringan kereta api tersebut harus sesuai dengan nuansa alam dan budaya Bali.

“Kita ingin desain yang beda, dengan estetika dan ciri khas tersendiri, dengan sentuhan (nuansa, red) lokal. Jadi berbeda dengan daerah lain. Bali ini kecil, tapi selalu dilihat dunia,” ujarnya.

Ketersediaan jaringan kereta api yang ramah lingkungan serta bernuansakan alam dan budaya Bali, menurut Koster, juga akan memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi pariwisata global.

“Bali ‘kan jadi tujuan wisata dunia, jadi sorotan internasional. Sudah sepantasnya punya jaringan transportasi yang memadai,” terangnya.

Masyarakat pun menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini, merespon baik rencana tersebut.

“Respon masyarakat luar biasa untuk rencana pengembangan akses untuk transportasi umum ini,” sebutnya.

Ke depan, Koster menyatakan akan terus mendorong penyempurnaan sistem transportasi di Bali. “Transportasi darat, laut dan udara akan terus disempurnakan selain untuk masyarakat, juga untuk mendukung industri pariwisata di Bali,” ujarnya .

Selain itu, pemerintah pusat menargetkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia mencapai 20 juta orang per tahun. Bali sendiri tetap menjadi destinasi wisata unggulan untuk menggaet kunjungan wisatawan asing ke Tanah Air.

“Dan ini mesti didukung oleh sarana transportasi yang baik,” tegas pria asal Sembiran, Buleleng ini.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Gede Pasek Suardika menyatakan dukungannya, bahkan mendorong realisasi pembangunan dan pengembangan kereta api di Bali.

“Ini juga sesuai amanah Bapak Presiden yang mendorong pembangunan infrastruktur dan konektivitas nasional,” terangnya. (art/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...