Gelar perkara terkait keributan di Kafe.
Gelar perkara terkait keributan di Kafe.
sewa motor matic murah dibali

ABIANSEMAL, balipuspanews.com- Kasus tewasnya Kadek Roy Adinata (23) usai keributan di Kafe Madu di Jalan Raya Angantaka Desa Angantaka Abiansemal Badung, Minggu (25/8/2019) sekitar pukul 02.30 dinihari, kini diambil alih oleh jajaran Satreskrim Polres Badung. Dua tersangka Putu EAM (15) dan I Putu BWS (15) yang sebelumnya sempat ditahan di Mapolsek Abiansemal, turut dilimpahkan untuk dilakukan pendalaman.

Diambil alihnya kasus ini disampaikan Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens Rajamangapul Haselo Senin (26/8/2019). Menurutnya, saat ini masih melakukan gelar perkara terhadap kasus penganiayaan berujung kematian tersebut.

“Kasusnya kini ditangani Polres Badung. Kami masih melakukan gelar. Kedua tersangka masih menjalani proses pemeriksaan,” ujar perwira asal Papua ini.

Sementara itu, saat dilimpahkan ke Polres Badung dua tersangka yakni Dewa Putu Eam asal Banjar Dualang, Sibang Gede, Abiansemal dan I Putu BWS asal Banjar Tunon, Singakerta, Ubud, Gianyar, tidak menunjukkan raut wajah penyesalan.

Dua pelajar SMK Saraswati Denpasar itu sejatinya memang dikenal berandalan dan suka berkelahi.
Polisi tengah mendalami perbuatan kedua tersangka yang membacok I Kadek Roy Adianata hingga tewas di Kafe Madu di Jalan Raya Angantaka Desa Angantaka Abiansemal, Badung, Minggu (25/8/2019) dinihari lalu.

Dari kronologis awal di kafe Madu, kedua kelompok pelaku dan korban sama-sama meneguk minuman keras, usai merayakan ulang tahun temannya. Keributan pecah setelah kedua kelompok itu cekcok mulut akibat bersenggolan saat joget.
Namun pertikaian berhasil dilerai penjaga kafe dan mereka pun bubar.

“Di Kafe Madu mereka tidak saling pukul dan dibubarkan oleh penjaga kafe,” ungkap sumber.

Sementara usai keributan di Kafe Madu, kedua korban yang mengendarai Honda Vario DK 5883 FH, mengejar Dewa Putu EAM dan I Putu BWS yang mengendarai motor Scoopy ke arah timur yakni menuju Banjar Tunon, Singakerta, Ubud, namun tidak bertemu.

Ternyata, tersangka I Putu BWS mengambil parang di rumahnya di Banjar Tunon.

“I Putu BWS membawa barang dan bertemu dengan temannya tersangka Putu EAM, keduanya kembali ke jalan raya. Setibanya di simpang tiga Desa Samu, Gianyar, mereka melihat kedua korban melintas mengendarai sepeda motor.

“Lalu sambil mengacung-acungkan parang, kedua pelaku mengejar korban sampai di Jalan Kerasan, Desa Sedang, Abiansemal, Badung,” tutur sumber. Setelah mendekat, kedua tersangka langsung menendang motor korban hingga jatuh ke parit.

Tanpa ba bi bu, terangka I Putu BWS lompat dari motor dan menebas kedua korban dengan parang secara membabi-buta di dalam parit.

“Korban I Kadek Roy Adinata tewas di dalam parit. Sedangkan temannya Agus Gede Nurhana Putra dalam kondisi berdarah-darah kabur ke tengah sawah,” bebernya.

Setelah menghabisi nyawa korban, warga setempat yang mengetahui kejadian mendatangi TKP dan menghajar tersangka I Putu BWS hingga bibirnya pecah. Mereka berhasil kabur dari kerumunan massa dan akhirnya ditangkap polisi di rumahnya masing-masing. (pl/bpn/tim)

Comments are closed.