Tenaga Kerja Wanita (TKW) Anak Agung Ayu Deni Sustinayani (Photo Istimewa).
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) Anak Agung Ayu Deni Sustinayani (23) asal Banjar Nyung Sangiang, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng menghembuskan nafas terakhir di Turki, pada Kamis (12/9). TKW tersebut diketahui bekerja sebagai terapis spa di Turki sejak 4 bulan lalu.

Konon, Ayu mendadak pingsan di tempatnya bekerja, sebelum mengembuskan nafas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Turki. Belum diketahui secara pasti penyakit apa yang diderita oleh Ayu hingga menyebabkan meninggal dunia.

 

Suasana rumah duka di Banjar Nyung Sangiang, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

 

Saat ditemui di rumah duka, Komang Lian Agustina (28) selaku ipar menceritakan, kabar duka meninggalnya Ayu pertama kali diketahui dari salah seorang rekan kerja Ayu yang berasal dari Kabupaten Tabanan.

Tak pelak kabar duka tersebut membuat keluarga merasa sangat terpukul.

“Katanya Gek (alm Ayu) mendadak pingsan di tempat kerja sebelum akhirnya dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit. Kabar meninggalnya Gek kami terima dari temen kerja asal Tabanan melalui telepon hari Kamis (12/9) sekitar pukul 19.30 WITA. Kami lupa nama temannya,” singkat Lian, Sabtu (14/9) sore.

Kepergian Ayu secara mendadak menyisakan luka mendalam bagi keluarga. Kepedihan terpancar di wajah Ibunda Ayu, Ketut Artini (50). Dengan nada terbata, Artini menuturkan Ayu merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayu berangkat untuk pertama kali ke Turki pada 26 Mei 2019 lalu. Ayu bekerja sebagai terapis spa atas inisiatif sendiri tanpa perantara.

Selama bekerja di Turki, Ayu pun terus melakukan komunikasi dengan keluarga. Setiap kali menghubungi keluarga, ia selalu mengaku dalam keadaan baik-baik saja.

“Sama sekali Ayu tidak pernah mengeluh sakit,” kata Artini.

Imbuh Artini, sehari sebelum pingsan (11/9) sore, Ayu pun sempat menelepon. Kala itu, perbincangan sekedar curhat.

“Perbincangan kami pasti seputar pekerjaan Ayu di Turki, jalan-jalan, menanyakan kondisi kesehatan dan akhirnya sampai Ayu meminta pertimbangan soal hubungan dengan pacarnya. Pacar anak saya (Ayu) orang Singaraja juga,” terangnya.

Paling membuat Artini merasa sangat terpukul ketika mengingat kalimat disampaikan Ayu soal cita-citanya membantu keluarga merenovasi merajan (Pura keluarga). Selain itu, anak kesayangannya itu, memiliki keinginan menikah bersama kekasihnya jika renovasi merajan sudah selesai dikerjakan.

Artini mengaku tak memiliki firasat apapun akan kepergian Ayu secara mendadak. Meski begitu, jauh hari sebelumnya Ayu sempat melontarkan kalimat dirasa janggal oleh keluarga. Ayu menyampaikan “Mih melah ti jani merajane, dot tiyang mantuk” (Wah, sekarang bagus sekali Pura-nya, ingin sekali Ayu pulang).

Kalimat itu dilontarkan oleh Ayu, setelah mengetahui renovasi merajan sudah usai dikerjakan dan tinggal menunggu prosesi upacara melaspas.

“Kalimat pulang itu, ternyata pertanda. Ayu pulang untuk selamanya. Kalau renovasi merajan murni dibiayai Ayu, dari upah bekerja Spa di Turki. Perbulan Ayu rutin kirim uang, namun jumlahnya bervariasi. Biasanya per bulan Rp 10 juta,” imbuhnya.

Pihak keluarga masih menunggu jenazah Ayu. Menurut kabar, jenazah Ayu saat ini sudah berada di Bandara Izmir, Turki sebelum diberangkatkan ke Bali.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti membenarkan bahwa Anak Agung Ayu Deni Sustinayani merupakan TKW asal Buleleng meninggal dunia di Turki.

Saat ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Denpasar dan masih menunggu informasi resmi soal pemulangan jenazah Ayu dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara, Turki.

Kadis Priyanti enggan menjawab ketika ditanya terkait penyebab meninggalnya Ayu.

Pun soal legalitas Ayu sebagai TKW saat bekerja di Turki, pihaknya belum berani memberikan kejelasan secara resmi.

“Maaf, saat ini kami (Disnaker) tidak membahas penyebab dan legalitasnya dulu. Bagi kami, prioritas utama saat ini adalah memulangkan jenazah ke tanah air. KBRI Ankara juga tengah membantu prosesnya,” singkat Kadis Priyanti.