Rabu, Oktober 21, 2020
Beranda Bali Buleleng Kerja Sama Antar Desa di Kecamatan Sukasada, Bupati Dorong Utamakan Penanganan Sampah

Kerja Sama Antar Desa di Kecamatan Sukasada, Bupati Dorong Utamakan Penanganan Sampah

BULELENG, balipuspanews.com – Permasalahan sampah di Kabupaten Buleleng terus digenjot agar terus berkurang timbunannya. Sebab sampah merupakan masalah serius bagi semua pihak, sebab mendekati musim penghujan kewaspadaan terhadap timbunan sampah perlu diwaspadai karena nantinya akan berimbas ke bencana banjir yang diakibatkan sampah. Selain banjir nantinya akan berimbas ke sektor sektor seperti pariwisata dan lingkungan yang tercemar.

Sikapi permasalahan sampah yang terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng khususnya di wilayah Kecamatan Sukasada, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana ingin kerja sama antar desa didorong utamakan penanganan sampah. Hal ini diungkapkan saat menemui delapan perbekel (kepala desa) delapan desa tersebut di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Sabtu (17/10/2020).

“Di awal, kerja sama antar desa ini diikuti delapan desa yakni Desa Wanagiri, Desa Ambengan, Desa Sambangan, Desa Panji, Desa Panji Anom, Desa Selat, Desa Tegallinggah di Kecamatan Sukasada dan Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng,” ujarnya.

Dalam kerja sama antar desa ini, pihaknya tetap melakukan penekanan terhadap pengelolaan sampah yang saat ini harus di utamakan. Sebab hal ini dikarenakan adanya tekanan yang sangat mempengaruhi lingkungan khususnya di bidang pariwisata.

“Kedelapan desa ini memiliki potensi yang sangat besar seperti wisata desa. Maka dari itu pemerintah kabupaten Buleleng akan terus mendorong Program ini.” ungkapnya.

Lebih jauh, kerja sama delapan desa ini merupakan kesepakatan bersama dalam menata kawasannya. Mulai dari yang ada di hulu yakni Desa Wanagiri sampai yang ada di hilir tepatnya di Desa Baktiseraga. Sehingga nanti jika ada banyak permasalahan yang ada di delapan desa tersebut, mulai dari permasalahan sampah, permasalahan air dan juga pengembangan potensi bersama bisa dipetakan serta dicarikan jalan keluar dengan cepat.

” Masalah yang ada di delapan desa ini harus diselesaikan. Hanya saja saya meminta semua permasalahan yang ada di masing-masing desa harus di petakan terlebih dahulu,” imbuhnya.

Dipihak lain, kreator atau koordinator delapan desa tersebut yang juga Perbekel Desa Baktiseraga Gusti Putu Armada memaparkan bahwa secara informal kerjasama sebenarnya sudah dilakukan, akan tetapi dengan langkah-langkah kerjasama ini seluruh pihak yang berkejasama ingin membentuk suatu legal formal sehingga ada dasar hukumnya. Setelah hal tersebut didapat setelah pandemi pihaknya berharap bisa berjalan lancar.

“Kita sudah terus bekerja. Namun, karena kondisi pandemi Covid-19 ini, kita sambil jalan dan diusahakan tahun 2021 sudah berjalan,” terangnya.

Selain itu kerja sama yang dibangun juga diharapkan bisa melihat potensi desa masing-masing. Dimana di bagian atas seperti Desa Wanagiri dan sekitarnya ada banyak sumber air. Pengelolaan air tersebut bisa dikerjasamakan sehingga bisa memberikan manfaat bagi desa yang sudah bekerjasama. Selain itu, potensi pariwisata juga dimiliki. Baik itu desa-desa di atas seperti Desa Wanagiri, Desa Sambangan dan Desa Panji. Begitu pula dengan Desa Baktiseraga dengan pantainya.

“Itu yang mungkin akan kita kerjasamakan sambil menunggu Musyawarah Desa (Musdes) tujuh desa lainnya,”pungkasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka

- Advertisement -

Kakek Gantung Diri di Gubuk Ditemukan Oleh Cucunya

ABIANSEMAL, balipuspanews.com -Seorang cucu, Putu Darmiati, 23, tidak menyangka menemukan kakeknya, Ketut Sumerta, 65, tewas gantung diri di gubuk sawah di Pondok Subak Munduk...

Kasus Dugaan Pemerkosaan Pelajar, Diduga Terjadi di Lima Tempat Berbeda Oleh 10 Pelaku

BULELENG, balipuspanews.com - Penyelidikan terhadap kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terus berlanjut. Kasus yang korbannya dibawah umur ini dari hasil penyelidikan sementara...
Member of