Kesehatan Swastiti Terjamin Berkat JKN-KIS

AA Ketut Swastiti peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran dari Pemerintah Pusat (PBI APBN).
AA Ketut Swastiti peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran dari Pemerintah Pusat (PBI APBN).

DENPASAR, balipuspanews.com – Anak Agung Ketut Swastiti adalah salah satu warga Kota Denpasar yang sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga dan juga nyambi menjual kue dengan cara berkeliling.

Bukan tanpa alasan jika Swastiti memutuskan untuk bekerja keras dan tidak berdiam diri di rumah, hal ini lantaran dirinya memiliki tujuan yang mulia yaitu menopang perekonomian keluarga.

Swastiti hidup dengan kesederhanaan bersama suami dan kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah. Keseharian suami dari Swastiti bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak menentu.

Kepada blipuspanew.com, Senin (13/7) Swastiti mengaku kesehatan merupakan modal yang utama agar dirinya dan sang suami dapat tetap bekerja.

Baca Juga :  HUT ke-77 PGRI Dibalut Senam 'Nangun Sat Kerthi Loka Bali'

Seperti kata pepatah di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, oleh karena itu, Swastiti sekeluarga merasa bahagia telah terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Kebahagiaan mereka terpancar saat disambangi langsung oleh petugas BPJS Kesehatan yang membawakannya Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Bagi kami, KIS bukan hanya sekedar kartu yang memenuhi dompet, tetapi KIS ini adalah dewa penyelamat bagi kami jika hendak berobat ke dokter saat sakit,” ujar Swastiti.

KIS dalam bentuk fisik kartu ataupun KIS digital yang terdapat pada aplikasi mobile JKN adalah tanda pengenal dari setiap peserta JKN-KIS. Swastiti beserta keluarga telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran dari Pemerintah Pusat (PBI APBN).

Baca Juga :  Cegah Pasokan Narkoba Akhir Tahun, BNN Gelar Operasi di Seluruh Indonesia

Berkutat dengan aktivitasnya yang padat setiap hari, membuat Swastiti harus selalu menjaga kesehatannya dengan rajin olahraga dan menjalankan pola hidup sehat dan tentunya dilengkapi pula dengan jaminan kesehatan yang berkualitas yaitu JKN-KIS. Bagi wanita 42 tahun ini, memiliki JKN-KIS dari pemerintah adalah suatu keberuntungan.

“Saya sangat berterima kasih atas pemberian KIS ini dan saya berharap semoga pemerintah dapat selalu membantu warga yang kurang mampu untuk mendapatkan haknya di bidang kesehatan,” jelas Swastiti.

Untuk diketahui, bagi masyarakat yang merasa tidak mampu menjadi peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dapat melaporkan diri sebagai warga tidak mampu ke kepala lingkungan setempat agar diajukan ke Dinas Sosial untuk menjadi peserta JKN-KIS segmen PBI.

Baca Juga :  Rekonstruksi Pembunuhan Anggota Baharkam Polri di Mapolresta Denpasar

Penulis/Editor : Budiarta/Oka Suryawan