Korban dievakuasi petugas
Korban dievakuasi petugas
sewa motor matic murah dibali

BANDUNG. Balipuspanews.com – Duka yang sangat dalam untuk keluarga Dede Ruhiyat (23) warga Kampung Jambu Air Rt. 01 Rw. 06 Desa Sindulang Kecamatan Cimanggu Kabupaten Sumedang Selasa (14/5/2019). Isak tangis keluarga mewarnai pemakaman almarhum Dede Ruhiyat, dia kini meninggalkan saudaranya untuk selama – lamanya.

Dede merupakan salah satu pekerja proyek bangunan di Masjid Al Jabbar milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Masjid Al-Jabbar merupakan Masjid yang dibangun ditengah – tengah danau disebut juga Masjid Terapung yang dibangun di Gede Bage Bandung. Rancangan atau kontruksi masjid yang begitu megah dan indah. Dan hanya masjid Al-Jabbar dengan kontruksi, desain tidak ada yang menyamai di Dunia.

Proyek pembangunan Masjid Al-Jabbar dirancang oleh Pemprov Jabar berkolaborasi dengan PUPR sejak tahun 2016. Dengan dana sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 511 milyar. Sedangkan untuk pembangunan danau bersumber dari APBN. Untuk konseptornya yakni Ridwan Kamil (Kang Emil) sa’at ini menjadi Gubernur Jawa Barat.

Mesjid seluas 11.238 meter persegi dan luas plaza luar 16.239 meter persegi dirancang untuk kapasitas menampung sebanyak 60 ribu jama’ah. Mesjid modern memang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Sejaka dibangunnya Masjid Al-Jabbar awal Januari 2018 di kawan Gede Bagi, berdasarkan kalender rampung pengejaannya di tahun 2019.

Tiba – tiba digegerkan insiden tenggelamnya Dede Ruhiyat (23) pada Senin (13/5/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Puluhan anggota SAR Bandung yang dipimpin Joshua Banjarnahor dikerahkan kelokasi kejadian perkara, selain Tim SAR jajaran Kepolisian Polsek Gede Bagi pun membantu pencarian terhadap korban yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Gede Bage Kompol Oesman Imam dan didampingi Kanit Reskrim Ipda A. Budiyanto.

Proses pencarian terhadap korban dilakukan dengan menerjunkan sejumlah penyelam dari Basarnas, Damkar Bandung dan SAR Brimob Polda Jawa Barat. Pada pukul 01.00 dini hari pencarian mulai dilakukan setelah dibet air danau itu dikurangi, selama kurang lebih 13 jam pencarian Selasa (14/5/2019) pukul 16.15 WIB korban ditemukan.

Menurut keterangan yang dihimpun Balipuspanews.com – Kapolsek Gede Bage Oesman Imam mengatakan, jenazah Dede ditemukan pada titik dia tenggelam. Dengan menurunkan dibet air danau, memepermudah pencarian korban. Pada sa’at korban ditemukan sudah tidak bernyawa lagi, “Alhamdulillah korban telah ditemukan dan sekarang jenazahnya sudah dibawa ke Rumah Sakit” paparnya.

Sementara itu Humas Basarnas Bandung Joshua Banjarnahor memberikan keterangan kepada Balipuspanews.com. Pencarian terhadap korban selain penyelaman, dilakukan penyisiran, tim juga memasang jaring kawat pada titik tenggelam. “Korban ditemukan dalam lumpur” katanya.

Kronologi kejadian

Dede Ruhiyat (23) salah satu pekerja proyek pembangunan Masjid Terapung Al-Jabbar Milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Gede Bage Kota Bandung dari PT. Gasindo yang menangani pembangunan Masjid Terapung tersebut. Sekitar pukul 19.30 Wib, Dede bersama 3 orang temannya pergi memancing dipinggir danau itu. Tiga orang tersebut masing – masing Agung Nugraha (28), Namdi (23) dan Nuriman (23) semuanya Empat Sekawan, sering berbarengan kemana pun pergi.

Menurut keterangan saksi yaitu Agung Nugraha dan Namdi serta Nuriman. Sa’at ngobrol sambil mancing, tiba – tiba Dede Ruhiyat (23) omongan nya ngelantur dan berteriak – teriak mirip orang karsukan jin jahat. Sesekali dia marah – marah, suara dia pun agak parau. Ketiga teman dan saudaranya mengira bahwa Dede telah kerasukan. Entah apa yang dia katakan, kadang tak bisa dipahami.

Agung Nugraha mencoba untuk menenangkannya, akan tetapi dia semakin marah – marah dan bertindak aneh. Malah baju yang dia kenakanpun dilepas, membuatnya telanjang dada. Dia semakin prontal dan tak terkendali, seketika itu dia berlari menuju danau kemudian menjeburkan diri berenang ke arah utara. Salah satu temannya yakni Agung mengejar korban turun ke danau itu. Tidak jauh dari pandangan korban tenglam dan hilang.

Kemudian ketiga temannya Agung, Namdi dan Nuriman mencoba mencarinya menjebur kedalam danau, sampai tiga kali dilakukan pencarian oleh ke tiga temannya namun tidak berhasil. Akhirnya melaporkan ke pihak Kepolisian Sektor Gade Bagi Kota Bandung. “Sekitar pukul 21.00 Wib Dede mulai kerasukan, kami tidak bisa menahan tenaganya tidak seperti biasanya, ketika dia brontak, tenaganya besar sekali” penuturan Agung Nugraha. (Yadi/Bpn).

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here