Keterbatasan Akses Internet, Guru-Guru Sambangi Siswa Kerumahnya Masing-masing

Suasana saat Guru SMPN 1 Banjar datang ke siswa yang kediamannya tak terjangkau layanan internet di Desa Cempaga, Buleleng
Suasana saat Guru SMPN 1 Banjar datang ke siswa yang kediamannya tak terjangkau layanan internet di Desa Cempaga, Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Pandemi Covid-19 membawa imbas ke setiap sektor termasuk pendidikan. Semenjak diberlakukannya sistem belajar dari rumah setiap siswa mengikuti pelajaran dengan cara online.

Akan tetapi dibeberapa wilayab minimnya sarana dan prasarana penunjang pembelajaran daring terutama jaringan internet seperti di wilayah Kecamatan Banjar, membuat sebagian besar tenaga pengajar tetap harus turun langsung dari rumah ke rumah untuk memberikan pendampingan terhadap siswa yang menjalani proses pembelajaran dari rumah.

Seperti yang dilakukan guru kontrak SMPN 1 Banjar, Ida Ayu Komang Sulastri bersama dengan guru lainnya yang harus melakukan kunjungan ke rumah siswa sebagai bentuk bimbingan belajar karena kediaman siswanya tidak terjangkau layanan internet. Ketika menyambangi rumah siswanya sekaligus memberikan arahan secara langsung, sehingga dengan begitu materi pembelajaran yang sulit, nantinya bisa dipahami lebih mudah oleh siswanya.

“Sejak pemberlakuan sekolah di rumah selama pandemi, kami tidak berhenti mengajar karena sebagian besar siswa tidak memiliki telepon pintar dan sulit mengakses internet. Sehingga kami jemput bola dengan mendatangi rumah siswa yang jaraknya saling berjauhan,” jelasnya, Minggu (25/10/2020).

Sampai saat ini setiap hari dirinya bersama guru kontrak lainnya mendampingi hingga belasan siswa yang melakukan pembelajaran secara offline yang disebabkan keterbatasan akses internet maupun telepon pintar. Bahkan akibat dari letak geografis rumah siswa yang cukup jauh membuat dirinya tidak dapat memaksimalkan pendampingan terhadap siswa setiap harinya.

Sehingga untuk sampai ke lokasi rumah siswa yang berjarak hingga 7 kilometer dari sekolah, mereka membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tak jarang, sepeda motor hanya bisa dititipkan di rumah warga. Sebab untuk sampai ke rumah siswa yang dituju hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Namun hal tersebut tetap dijalaninya dengan sepenuh hati dengan harapan hasil belajar siswa dapat memuaskan.

“Kami bersama guru lainnya melaksanakan kegiatan ini murni untuk pengabdian sekaligus dengan harapan siswa kami bisa mendapat hasil belajar yang memuaskan,” imbuhnya.

Disisi lain, Kepala Sekolah SMPN 1 Banjar, Made Sutarjana mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian para guru yang sudah menyempatkan hadir melakukan pendampingan ke rumah siswa sebagai bentuk bimbingan belajar sebab kediaman siswa tak terjangkau layanan internet. Sehingga dirinya berharap agar pemerintah memberikan perhatian khusus kepada para guru tersebut.

Sebab pembelajaran daring sampai saat ini diakui belum bisa dilaksanakan secara efektif. Hal itu terjadi lantaran wilayah tempat tinggal beberapa siswa berada di dataran tinggi yang memang sulit terjangkau sinyal internet. Belum lagi faktor ekonomi orang tua siswa yang sulit untuk membeli ponsel pintar.

“Harapan kami jaringan internet bisa sampai ke pelosok, sehingga upaya pendampingan dapat dilakukan melalui telepon pintar. Meskipun masih sulit, pihak sekolah tetap berupaya melakukan pendampingan secara langsung seperti sekarang meskipun waktu dan tenaga yang kami miliki terbatas,” harapnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan