Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi menyidak senderan jalan yang jebol
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – Hujan mulai turun hampir diseluruh wilayah Kabupaten Karangasem sejak beberapa hari ini. Derasnya hujan yang turun mengakibatkan sejumlah pohon dan tiang listrik bertumbangan.

Dampak hujan rupanya tidak sampai disana, beberapa ruas jalan dan senderan yang baru saja rampung di Banjar Dinas Pengawan, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem jebol.

Kondisi ini mendapat perhatian  Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi  dengan langsung turun ke lapangan meninjau proyek senilai  Rp. 1,8 Miliar tersebut.

Menurut Sumardi, sidak ini dilakukan menyusul beredarnya keluhan warga disosial media terkait kondisi jalan dan senderan yang baru saja rampung dinilai kurang maksimal di beberapa titik serta sejumlah senderan badan jalan sudah jebol.

“Kita mendapat keluhan dari warga. Setelah ini kita akan berkordinasi dengan PU selaku pelaksana kegiatan dan juga berkomunikasi dengan komisi terkait yang membidagi agar melakukan pengawasan,” kata Sumardi.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, I Wayan Sutika selaku perwakilan dari pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut mengatakan, panjang jalan yang dikerjakan sekitar 1,3 Kilometer dengan lebar 3,5 meter serta terdapat sejumlah senderan di beberapa ruas jalan dengan ketinggian hingga 3 meter lebih.

Saat ini jalan tersebut masih dalam tahap pemeliharaan. Menurut Suntika apapun terkait adanya kerusakan pihak kontraktor akan sesegera mungkin melakukan perbaikan.

“Saat ini masih dalam tahap pemeliharaan. Jika memang ada kerusakan, kami siap untuk segera melakukan perbaikan,” kata Sutika.

Meski demikian Suntika mengakui memang disejumlah titik jalan tanjakan pengaspalannya masih kurang maksimal, hal ini dikarenakan kondisi tanjakan yang cukup terjal serta kondisi tanah yang sangat labil, meski dipaksakan ketika pengerjaan menggunakan alat berat kemungkinan justru aspal malah bisa terkelupas ketika alat berat menuruni tanjakan tersebut.

Tidak jauh berbeda, untuk pengerjaan senderan. Tekstur tanah yang labil juga menjadi kendala terlebih dengan turunnya hujan sejak beberapa hari terakhir ini membuat beban senderan semakin berat dan tidak kuat untuk menahan beban hingga akhirnya jebol namun saat ini pihaknya sudah dalam proses melakukan perbaikan. ( igs)

 

 

Advertisement

Tinggalkan Komentar...