Ketua DPRD Klungkung Harapkan Benda Bersejarah Milik Puri Kembali

Anak Agung Gde Anom mendampingi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyaksikan upacara serah terima benda pusaka antara Westernlaken Foundation – Belanda
Anak Agung Gde Anom mendampingi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyaksikan upacara serah terima benda pusaka antara Westernlaken Foundation – Belanda

KLUNGKUNG, balipuspanews.com – Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Anom mendampingi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyaksikan upacara serah terima benda pusaka antara Westernlaken Foundation – Belanda dengan Puri Agung Klungkung di Pendopo Puri Agung Klungkung bertepatan dengan hari HUT Puputan Klungkung yang ke-112 dan hari jadi Kota Semarapura ke-28 .

Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom dalam kesempatan itu
mengharapkan benda-benda lain milik Puri Klungkung dapat kembali sepenuhnya.

Dan sebagai wujud kerjasama puri dengan Pemkab maka keris tersebut akan dititipkan museum semarajaya untuk dirawat dan dipertunjukan untuk masyarakat yang berkunjung sebagai momentum untuk mengenang nilai-nilai sejarah dan puputan klungkung.

Ida Dalem Semaraputra juga mengucapkan rasa terimakasih kepada Yayasan Westerleken, menurutnya langkah ini merupakan suatu hubungan yang baik antara Belanda dengan Indonesia khususnya Kabupaten Klungkung, benda pusaka tersebut selanjutnya diserahkan ke Pemkab Klungkung untuk dirawat dan dijaga.

“Dengan diletakkannya benda pusaka ini di Museum Semarajaya, saya berharap bisa dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya oleh Pemkab yang nantinya juga bisa diperlihatkan oleh masyarakat sebagai salah satu peninggalan kerajaan Klungkung,” ujarnya

Lebih lanjut, Ida Dalem Semaraputra juga berharap melalui benda pusaka ini kita kuatkan makna untuk menghilangkan masa lalu yang kelam, kini kita bangun kembali rasa perdamaian agar semakin erat dan kokoh kedepan antara Belanda dengan Indonesia khususnya Kabupaten Klungkung.

Sementara itu, Ketua Yayasan Westerleker, Rodney mengatakan Tombak dan Kriss ini sebelumnya dikolektor pribadi di Belanda. Pihaknya memperkirakan Tombak dan Kriss ini dibuat sebelum perang Puputan Klungkung.

Pasca Perang Puputan benda-benda tersebut  dibawa oleh pihak Belanda ke negeri Kincir Angin tersebut. Rodney juga menjelaskan Tombak dan Kriss ini sudah tiba di Bali pada Januari lalu.

“Kita menunggu penyerahan ini tepat dihari jadi Hut Puputan Klungkung-112,” ujarnya. (Art/BPN/tim)