DUA atlet cilik panjat tebing Kota Denpasar saat diberikan rewards oleh Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Denpasar, Dr. Made Suarta.
DUA atlet cilik panjat tebing Kota Denpasar saat diberikan rewards oleh Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Denpasar, Dr. Made Suarta.

DENPASAR, balipuspanews.com- Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Denpasar memberikan reward atau hadiah kepada dua atlet cilik yang telah mengharumkan nama Bali pada umumnya, dan Denpasar khususnya atas prestasi yang diraih dengan menyumbang medali Emas, Perak, Perunggu dan harapan tiga, Jumat (17/1/2020) saat menggelar konferensi pers, di Renon, Denpasar.

Dua atlet cilik FTPI Kota Denpasar tersebut yakni Anak Agung Inten Larasati, 9, kelas IV SD dan Anak Agung Gde Agung Mahardika ,12, kelas IV SD, berhasil mengharumkan nama Bali di kancah nasional dalam ajang Lomba Nasional Spider Youth Challange Eiger Merr di Surabaya, Desember lalu.

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Denpasar, Dr. Made Suarta, SH., M.Hum., mengatakan, pihaknya memberikan reward bagi atletnya yang sukses meraih prestasi sebagai motivasi. Motivasi ini juga diberikaan bagi rekan-rekannya yang lain yang belum berprestasi agar mampu meniru atlet-atlet yang berprestasi.

“Meskipun jumlahnya tidak banyak, akan tetapi reward ini sebagai ucapan terima kasih pengurus untuk keberhasilan para atlet yang sukses mengharumkan khususnya nama Kota Denpasar, dan Bali pada umumnya,” jelasnya.

Disebut Suarta, perkembangan cabang olahraga panjat tebing di Kota Denpasar dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, kendatipun tidak sepopuler cabang olahraga (cabor) lainnya. Pasalnya, cabor ini membutuhkan sarpras khusus tidak seperti cabor lainnya.

Pihaknya berharap, di Kota Denpasar cabor panjat tebing makin banyak peminatnya. Selain itu, dirinya juga akan gencar mengadakan even dan mencarikan sponsor untuk meningkatkan minat atau ketertarikan terhadap cabor ini.

Adapun strategi dan agenda FPTI Kota Denpasar tahun 2020, yakni penunjukkan pelatih utama, pengukuhan klub untuk latihan rutin untuk persiapan Walikota Cup 2020, persiapan pembinaan atlet junior untuk Porjar Kecamatan, Porsenijar Kota dan Porsenijar Provinsi Bali.

Selain itu, dua atlet panjat tebing Kota Denpasar yakni Julianto Prastyawan dan Danes Sandehang berhasil mengharumkan nama Bali dengan meraih medali perunggu dalam ajang Pra-PON di Jakarta. Mereka kini tengah digodok dan dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi PON Papua tahun 2020 ini.

“Dari sembilan kabupaten/kota se-Bali, Kota Denpasar mengirimkan dua atlet ke PON Papua dari kuota delapan atlet,” bebernya.

Dua atlet ini bakal dibina khusus, disamping mereka mengikuti Pelatda. Pihaknya juga telah merancang bagaimana bentuk binaan khusus.

“Jadwal latihan rutin juga sudah diagendakan, latihannya sudah dijadwalkan tiga kali seminggu, hari Senin, Rabu, Jumat,” jelas Dr. Suarta memungkasi (bud/bpn/tim)