Rabu, Februari 28, 2024
BerandaNasionalJakartaKetua KPK Firli Bahuri Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi Mantan Mentan SYL

Ketua KPK Firli Bahuri Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi Mantan Mentan SYL

JAKARTA, balipuspanews.com – Polda Metro Jaya resmi menetapkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) .

Penetapan tersangka dilakukan setelah Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara dugaan pemerasan atau penerimaan gratifikasi dari mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

“Telah dilaksanakan gelar perkara, dimana berdasarkan fakta-fakta penyidikan, dengan hasil ditemukan bukti yang cukup untuk menetapkan sdr Firli Bahuri selaku Ketua KPK RI sebagai tersangka,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Rabu (22/11/2023) malam.

Ade Safri menjelaskan penetapan tersangka Firli terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi, berupa pemerasan atau penerimaan gratifikasi atau penerimaan hadiah atau janji oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait penanganan permasalahan hukum di Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada tahun 2020 sampai dengan tahun 2023.

Firli dijerat Pasal 12e atau pasal 12B atau Pasal 11 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 65 KUHP.

BACA :  Tiga Calon Dirut Perumda Tribhuwana Jalani Tes Wawancara Akhir

Adapun proses hukum hingga penetapan tersangka kepada Firli Bahuri oleh Polda Metro Jaya karena dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Firli berada dalam wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, pada sekira tahun 2020 sampai dengan 2023,” terang Ade.

Beberapa alat bukti yang menjadi dasar penetapan tersangka di antaranya keterangan saksi dan bukti elektronik.

Adapun saksi yang sudah diperiksa sebanyak 91 orang. Mereka di antaranya Syahrul Yasin Limpo, eks ajudan Firli Bahuri, Kevin Egananta. Lalu ada Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar, Direktur Dumas KPK Tomi Murtomo, serta dua orang eks pimpinan KPK Saut Situmorang dan M Jasin.

Sementara untuk ahli sekitar 8 orang yang terdiri dari ahli hukum pidana, mikroekspresi, dan hukum acara.

Penyusunan kasus dugaan pemerasan atau penerimaan gratifikasi yang dilakukan pimpinan KPK terhadap Syahrul Yasin Limpo bermula ketika Polda Metro Jaya menerima dumas pada 12 Agustus 2023.

Dengan adanya aduan itu, Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengumpulkan keterangan dengan dasar surat perintah pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) yang diterbitkan pada Selasa, 15 Agustus 2023.

BACA :  Astra Motor Bali Siap Bekerjasama dengan AMSI Bali

Tak berselang lama, penyelidik menerbitkan surat perintah penyelidikan pada 21 Agustus. Di tahap ini, sejumlah saksi diperiksa, salah satunya SYL.

Kemudian, setelah rangkaian penyelidikan rampung dilakukan, penyidik ​​melaksanakan gelar perkara. Hasilnya, ditemukan unsur pidana sehingga status kasus itu ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular