Ketua MPR Dorong Pembangunan Sirkuit F1 di Bali

Ket foto: Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bansoet) saat diterima Gubernur Bali Wayan Koster di rumah dinas Gubernur pada Jumat (20/11/2020).
Ket foto: Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bansoet) saat diterima Gubernur Bali Wayan Koster di rumah dinas Gubernur pada Jumat (20/11/2020).

BALI, balipuspanews.com- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bansoet) mendorong dibuatnya sirkuit Formula 1 (F1) dan MXGP di Bali. Sebagai tujuan destinasi wisata yang sudah mendunia dengan keunggulan wisata alam dan budaya, Bali juga punya potensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata otomotif.

“Karenanya, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali perlu mulai membuat rencana strategis membangun Sirkuit F1. Tak perlu menggunakan uang APBN atau APBD secara penuh, pembangunan sirkuit bisa dilakukan dengan menggandeng investor. IMI siap menjembataninya,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

Penegasan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuannya dengan Gubernur Bali Wayan Koster di rumah dinas Gubernur pada Jumat (20/11/2020).

Mantan Ketua DPR ini mengaku pada pertemuan tersebut ia juga mendapatkan dukungan dari Gubernur Wayan Koster, untuk menjadi Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) periode 2020-2024. Sebelumnya, dukungan juga sudah datang dari 24 Pengurus Provinsi (Pengprov) IMI.

“Dukungan Gubernur Bali melengkapi dukungan 24 Pengprov IMI dari seluruh Indonesia yang telah disampaikan sebelumnya. InsyaAllah dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan menjadi modal kuat untuk memajukan olahraga bermotor di Indonesia,” ucap Bamsoet usai bertemu Gubernur Bali I Wayan Koster bersama para ketua IMI Provinsi se-Indonesia.

Dewan Pembina IMI 2016-2020 ini menambahkan negara tetangga di skala ASEAN saja sudah memiliki sirkuit untuk balapan F1. Antara lain Malaysia dengan Sirkuit Sepang, Singapura dengan Sirkuit Jalan Raya Marina Bay, dan Vietnam dengan Sirkuit Jalan Raya Hanoi.

“Sebagai negara terbesar dari segi luas wilayah, jumlah penduduk, maupun kekuatan ekonomi, Indonesia sepatutnya sudah bisa membuat sirkuit F1. Saya usulkan pembangunannya lebih tepat di Bali. Selain karena kondisi sosial masyarakat yang mendukung, para pecinta F1 rasanya juga tak akan keberatan datang ke Bali. Mereka bisa datang menonton keseruan balapan, setelah itu menikmati berbagai destinasi wisata alam dan budaya di Bali,” jelas Bamsoet.

Bamsoet yang juga Ketua Dewan Pembina Motor Besar Indonesia (MBI) memaparkan, penyelenggaraan F1 di berbagai negara bisa mendatangkan keuntungan hingga triliunan rupiah. Sebagai contoh, perusahaan akuntan global PricewaterhouseCoopers memperkirakan Azerbaijan mendapatkan keuntungan ekonomi mencapai USD 506 juta dollar atau sekitar Rp 7 trilun selama empat tahun menyelenggarakan F1.

“Selain keuntungan ekonomi, prestise atau kebanggaan sebagai sebuah bangsa juga akan hadir. Dengan adanya sirkuit F1, industri olahraga nasional juga akan semakin meningkat. Para generasi muda juga akan semakin serius menekuni profesi atlet, karena ada kejelasan,” tegas Bamsoet.

Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan