JAKARTA, balipuspanews.com – Salah satu program yang diusung Prabowo Subianto sebagai Presiden terpilih 2024-2029, yaitu program makan siang gratis. Untuk merealisasikan program tersebut, dibutuhkan sekitar 6,7 ton beras per tahun.
Untuk mewujudkan program tersebut, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan agar nantinya anggaran program makan siang gratis dari dana bantuan sosial (bansos) yang selama ini sudah berjalan.
“Pemerintah juga diminta dapat memastikan dana program makan siang gratis tidak akan mengambil dana dari anggaran program bantuan sosial (bansos),” tegas Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (25/4/2024).
Selain itu, Bamsoet juga mengingatkan agar program makan siang gratis tidak akan menjadi alasan untuk dilakukannya penambahan impor beras yang dapat merugikan petani.
“Tetapi diharapkan justru program ini dapat menjadi momen bagi para petani dalam negeri untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas beras dari dalam negeri. MPR meminta pemerintah memberikan dukungan dan arahan kepada petani dalam rangka mewujudkan program-program di masa pemerintahan presiden terpilih nanti,” sarannya.
Bamsoet meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan/Kemenkeu, untuk mempersiapkan anggaran yang sesuai untuk program tersebut, dan memastikan target dari program tersebut tepat sasaran
“Yakni ditujukan bagi 82,9 juta anak-anak, termasuk yang masih belum sekolah,” ucap Bamsoet.
Lebih jauh, Bamsoet juga meminta pemerintah nantinya menghitung ulang kebutuhan beras dalam program tersebut.
“Untuk memastikan ketersediaan pasokan beras dalam negeri tetap mencukupi sesuai kebutuhan masyarakat, dan mendorong pemerintah menyiapkan stok beras yang akan diperlukan apabila program tersebut nantinya diterapkan,” ujar Bamsoet.
Di sisi lain, Bamsoet berharap pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian atau Kementan, berupaya meningkatkan produksi beras dalam negeri agar bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat dan program-program yang berkaitan dengan pangan, khususnya beras, dan menjamin agar prioritas pengadaan beras bukan melalui kebijakan impor, melainkan peningkatan produksi dari dalam negeri.
Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan



