27 C
Denpasar
12/04/2021, 5:00 AM
BaliDenpasarKetua MPR RI : Tantangan UHN ke Depan Melestarikan Kearifan Lokal dari...

Ketua MPR RI : Tantangan UHN ke Depan Melestarikan Kearifan Lokal dari Gempuran Globalisasi

balipuspanews google news

DENPASAR, balipuspanews.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi kelahiran Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, yang merupakan alih status dari Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2020.

Tak hanya menjadi kebanggaan bagi umat Hindu, melainkan juga bagi Bangsa Indonesia, karena telah memiliki Universitas Negeri Hindu pertama di Indonesia.

“Penerbitan Perpres tersebut oleh Presiden Joko Widodo merupakan manifestasi pengakuan dan penghormatan negara atas keberagaman dan kemajemukan bangsa,” kata Bamsoet dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Denpasar, Selasa (22/12/2020).

Untuk diketahui, Peresmian alih status dari IHDN menjadi UHN dilakukan oleh Menteri Agama Fachrul Razi di Kampus UHN IGB Sugriwa, Denpasar, pada Minggu (20/12/2020).

Dalam keterangan tertulisnya, Bamsoet menjelaskan dalam konsepsi kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak ada lagi sekat-sekat yang membatasi seperti dikotomi mayoritas-minoritas, termasuk dalam aspek keagamaan, karena semua aspirasi dan kepentingan diperhatikan oleh negara.

Ketua DPR RI ke-20 ini menekankan, peningkatan status dari Institut menjadi Universitas juga menghadirkan konsekuensi semakin besarnya tanggung jawab akademis yang harus diemban civitas akademika UHN I Gusti Bagus Sugriwa. Antara lain pengembangan kampus untuk melahirkan sumber daya manusia yang tidak saja berkualitas dari aspek mutu pendidikan, tetapi juga dari aspek kebangsaan.

“Tantangan mewujudkan visi membangun UHN I Gusti Bagus Sugriwa sebagai kampus yang terdepan dalam dharma, widya dan budaya, akan semakin kompleks dan dinamis. Sebagai kampus yang berbasiskan agama, tantangan ke depan tidak hanya dalam hal memperjuangkan dharma sebagai nafas kampus, melainkan juga mempertahankan, menjaga dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di tengah derasnya gempuran arus globalisasi,” tegasnya.

Bamsoet menilai, sebagai representasi ‘wajah pariwisata’ Indonesia, Bali menjadi pusaran arus peradaban yang masuk melalui kehadiran jutaan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Kehadiran wisatawan memang telah menyumbangkan kontribusi penting dalam memajukan perekonomian. Namun juga harus menyadari bahwa pariwisata bisa menjadi pintu masuk bagi berbagai paham, yang jika tidak kita sikapi dengan hati-hati, dapat menggerus nilai-nilai kearifan lokal bangsa.

“Daya tarik Bali tidak hanya dari keindahan alamnya, tetapi juga dari keramah-tamahan penduduk dan kekhasan adat istiadat serta budaya, yang sangat kental diwarnai nilai-nilai ajaran agama Hindu. Disinilah peran penting UHN I Gusti Bagus Sugriwa sebagai institusi akademis yang lekat dengan agama Hindu, untuk menjaga, mempertahankan, dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal tersebut melalui implementasi dharma perguruan tinggi,” nilai Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, nilai-nilai keagamaan merupakan fitrah kebangsaan yang diwariskan para founding fathers. Karena itu, tidak boleh ada pengingkaran dalam bentuk apa pun terhadap fitrah kebangsaan tersebut. Saat ini di Indonesia telah diakui 6 agama, di samping masih ada puluhan aliran kepercayaan yang ada.

“Keberagaman kehidupan beragama merupakan kekayaan heterogenitas yang kita miliki sebagai sebuah bangsa. Karena dari sekitar 270 juta penduduk Indonesia, terdapat 733 bahasa, dan 1.340 suku, yang hidup tersebar di kepulauan Nusantara,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menerangkan, isu agama mempunyai sensitivitas yang tinggi, yang jika tidak dikelola dengan baik, dapat tumbuh menjadi konflik horisontal, serta dijadikan sebagai media untuk memecah belah dan mengadu domba di antara sesama anak bangsa. Beruntung bangsa Indonesia memiliki Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang menyatukan berbagai keberagaman tersebut dalam satu ikatan kebangsaan.

“Kita juga patut bersyukur bahwa berdasarkan data Kementerian Agama, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) di Indonesia pada periode tahun 2019 mencapai angka rata-rata 73,83, atau meningkat 2,93 poin dari tahun 2018 sebesar 70,90. Khusus untuk Provinsi Bali, IKUB pada tahun 2019 berada di atas rata-rata IKUB Nasional, yaitu sebesar 80,1,” tandas Bamsoet.

Penulis : Hardianto 

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -
balipuspanews android app
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
5 Waktu Penting Cuci Tangan Dengan Sabun
00:48
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Mengantri
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berwisata
00:54
Video thumbnail
Tips Menaiki Pesawat di Masa Pandemi
01:06
Video thumbnail
Hal-hal yang Mesti Diperhatikan Setelah Keluar Rumah
00:48
Video thumbnail
Gaya Hidup Sehat yang Bisa Diterapkan di Tengah Pandemi
01:03
Video thumbnail
Perlengkapan yang Wajib Dibawa Dalam Tas di Masa Pandemi
00:57
Video thumbnail
Protokol Kesehatan di Tempat Ibadah
00:57
Video thumbnail
Tips Berkendara di Masa Pandemi
01:12
Video thumbnail
3 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berkunjung ke Suatu Tempat
00:47
Video thumbnail
Langkah Mencegah Kluster Keluarga
01:03
Video thumbnail
Panduan Menggunakan ATM di Masa Pandemi
01:22
Video thumbnail
Tanda Daya Tahan Tubuh Melemah
00:52
Video thumbnail
6 Jenis Salam Pengganti Jabat Tangan yang Populer di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Lindungi Lansia dari Covid-19
00:44
Video thumbnail
Tips Aman Nyoblos di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Pergi Bekerja
00:56
Video thumbnail
Tips Menggunakan Kendaraan Umum di Masa Pandemi
01:05
Video thumbnail
Tips Aman Makan di Rumah Makan di Masa Pandemi
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Memakai Masker
00:50
Video thumbnail
Penggunaan Masker yang Benar
01:18
Video thumbnail
Tips Menjaga Imunitas Tubuh di Masa Pandemi
00:51
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja ke Supermarket
00:57
Video thumbnail
Tips Aman Berjualan di Masa Pandemi
00:45
Video thumbnail
Cara Mencuci Masker Kain Dengan Benar
02:25
Video thumbnail
Manfaat Menggunakan Masker Dengan Benar
00:45
Video thumbnail
Tips Aman Keluar Rumah di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Tips Aman Berbelanja di Pasar di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Protokol Kesehatan yang Harus Dilakukan Driver Taksi Online
00:56
Video thumbnail
Protokol Kesehatan yang Mesti Dipatuhi Driver Ojek Online di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Protokol Kesehatan Bagi Pekerja di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Tips Aman Menggunakan Taksi Online di Masa Pandemi Covid-19
00:54
Video thumbnail
Tips Aman Menaiki Ojek Online di Masa Pandemi
01:10
Video thumbnail
Tips Aman Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:26
Video thumbnail
7 Langkah Mencuci Tangan Benar
01:09
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:50
Video thumbnail
Etika Batuk yang Benar
00:51
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:49
Member of