upaya meningkatkan peran PKK baik di tingkat Provinsi sampai sekabupaten/Kota di Bali
upaya meningkatkan peran PKK baik di tingkat Provinsi sampai sekabupaten/Kota di Bali
sewa motor matic murah dibali
BANGLI, balipuspanews.com – Dalam upaya meningkatkan peran PKK baik di tingkat Provinsi sampai sekabupaten/Kota di Bali, ketua PKK provinsi bali menggelar acara Sosialisasi kegiatan pokja I,II,II dan IV Tim penggerak PKK Provinsi Bali, Jumat (6/9). Acara yang dipusatkan di Gedung diklat UPTD Rumah sakit Jiwa Pusat Provinsi Bali di Kabupaten Bangli.
Turut hadir Ketua TP PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Koster, Bupati Bangli, Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, Ketua Darma Wanita Kabupaten Bangli, Ketua Gatriwara Kabupaten Bangli dengan Nara sumber dari BPOM, Ketahanan Pangan Provinsi Bali, dan BNN.
Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Nyonya Sariasih Sedana Arta Melaporkan Bahwa Kegiatan sosialisasi ini terselenggara atas dasar Surat dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Nomor.93/Skr/PKKProv/VIII/2019 tanggal 12 Agustus 2019 perihal kegiatan Pokja I, II,II, dan IV TP PKK Provinsi Bali. Dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuandan wawasan Kader PKK sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Dengan harapan setelah mengikuti sosialisasi ini para peserta dapat memberikan informasi sesuai dengan bidangnya kepada sasaran yakni masyarakat dilingkungan masing masing. Lanjut Peserta dalam sosialisasi ini sebanyak 50 orangterdiri dari Kader Dasawisma dan Kader pola asuh anak. Dengan sumber dana sepenuhnya berasal dari TP PKK Provinsi Bali.
Sementara itu Ketua TP PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Swastini Koster dalam Sambutannya menyampaikan PKK sejatinya adalah motor dalam pembangunan, salah satu program unggulan PKK adalah “Hatinya PKK” sehingga dalam Penyusunan kepengurusan PKK minimal enam puluh persen adalah pengurus lama untuk lebih cepat dalam penyesuaian baik dalam pemahaman dan pelaksanaan 10 program pokok PKK.
Lanjut Program Hatinya PKK dan rumah sehat adalah hal yang sangat penting begitu juga dengan pola asuh anak dimana anak adalah generasi bangsa kedepan yang mana pada usia kemasannya harus betul betul mendapatkan pola asuh yang baik dari seorang ibu, begitu juga dengan lansia harus mendapat perhatian yang baik, lansia harus sehat karna penglingsir lah yang akan mendoaakn kita untuk selalu diberikan kesuksesan, keselamatan, dan kekuatan untuk melanjutkan masa depannya nanti.
“Selain itu kita sebagai orang bali yang percaya akan tanggungjawab hutang kepada penglingsir karna beliaulah kita ada dan beliau ada sebelum kita ada” terang nyonya putri Koster.
Selain itu Nyonya Putri Koster juga mengajak PKK senantiasa mengambil peran dalam mendukung dari peran suami, Kaum Wanita Bali jangan malu menjadi ibu rumah tangga karna pada hakekatnya selain mampu berkarir Wanita bali harus mampu menjadi ibu rumah tangga yang mampu memberikan pendidikan yang baik untuk buah hatinya yang akan menjadi generasi dimasa depan dengan cara yang sederhana dan sangat tidak bisa dibayar dengan apapun yaitu dengan “Kasih sayang” maka dengan begitu saya mengajak kepada seluruh kader PKK “mari kita selalu gerakkan peluk anak dengan kasih sayang untuk lepaskan dahaga dan kerinduan mereka ditengah kesibukan kita dalam karir masing massing” karena sejatinya dengan memeluk anak dalam kasih sayanglah mereka akan merasakan kasih sayang yang sebenarnya kata Nyonya Putri Koster.
Lanjut, untuk kedepan Segala program kegiatan yang diselenggarakan TP PKK Provinsi akan dibiayai oleh rovinsi sehingga Kabupaten Kota tinggal menjalankan saja tanpa harus memikirkan anggaran yang ada, bukan berarti Kabupaten Kota tidak menggangarkan, harus menganggarkan untuk program kegiatan dimasing masing Kabupaten kota khususnya untuk Program unggulan yaitu Hatinya PKK” terang Putri Koster.
Seusai membuka sosialisasi yang ditandai pemukulan gong rombongan bergerak mengunjungi pengerajin Endek Giri Putri yang ada di Kelurahan Cempaga, lanjut menuju pengerajin Dupa Bali yaitu Du-bali yang berada di daerah Desa Jehem Kecamatan Tembuku Bangli.
Pada kesempatan itu Nyonya Putri Koster mengucapkan terimaksih karna telah membuat produk yang menggunakan bahan alami tanpa obat kimia yang sanagt berbaya untuk kesehatan. Disanan juga ditekankan bahwa makna dupa sejatinya adalah api sebagai sarana untuk sembahyang tidak tidak harus harum dengan bahan kimia. “mari kita budayakan menggunakan dupa tanpa pengharum obat kimia, sehingga kita bisa bersembahyang dengan hikmat dan sehat” pesannya. (Rls/bpn/tim)