JAKARTA, balipuspanews.com – Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Tenaya mengajak umat Hindu se dharma menjadikan makna Hari Suci Nyepi sebagai hari toleransi, instropeksi dan mawas diri.
Hal itu penting untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan, kesejahteraan dan keadilan dengan saling menghormati dan menghargai sesama umat ciptaan Tuhan yang masa esa.
Penegasan disampaikan Wisnu Bawa Tenaya pada Perayaan Dharma Santi Nasional Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943. Ajakan disampaikan mantan Pangdam Udayana tersebut secara virtual, pada Sabtu (27/3/2021), pada perayaan yang diselenggarakan di penyebaran pandemi Covid-19 yang masih terjadi.
“Persatuan dan kesatuan akan terwujud bila kita menyadari bahawa terdapat perbedaan dalam keimanan dan keyakinan antar umat manusia. Namun perbedaan itu bukanlah untuk dipertentangkan melainkan menjadi perekat persatuan dan kesatuan kita sebangsa dan setanah air,” ujar Wisnu Bawa.
Menurutnya, dalam suasana Covid-19 semua pihak termasuk umat Hindu selalu menaati disiplin protokol kesehatan sehingga pelaksanaan Dharma Santi Nasional Nyepi diselenggarakan melalui sarana teknologi informasi.
“Tahun ini tema yang kita usung adalah Kolaborasi dalam Harmoni menuju Indonesia Maju,” ujarnya.
Selaku Ketua Umum PHDI Pusat, Wisnu Bawa menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh lembaga-lembaga keumatan dan umat sedharma yang telah dapat melaksanakan Catur Dharma Penyepian dalam suasana damai, di tengah-tengah pandemi Covid-19.
“Saya mengajak umat sedharma mampu mengendalikan panca inderanya, agar eling yaitu eling dalam mengisi kehidupan ke depan dengan selalu mengingat dan menjalankan petunjuk, petuah, keteladanan yang diberikan oleh Tuhan maha esa,” imbuhnya.
Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan



