Wakapolres Karangasem, Kompol. Aris Purwanto ketika menggelar pres rilies terkait kasus tersebut diPores Karangasem pada Selasa (05/11/2019).
Wakapolres Karangasem, Kompol. Aris Purwanto ketika menggelar pres rilies terkait kasus tersebut diPores Karangasem pada Selasa (05/11/2019).
sewa motor matic murah dibali

KARANGASEM, balipuspanews.com – Kasus korupsi berkedok kelompok fiktif bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dana bergulir khusus untuk kelompok perempuan yang menyeret dua nama ibu rumah tangga asal Rendang Karangasem kini kembali bergulir.

Usai kedua ibu rumah tangga Ni Ketut Wartini alias Gebrod dan Ni Wayan Murniati alias Bebel divonis bersalah oleh PN Tipikor Denpasar atas kasus ditemukannya 32 kelompok fiktif yang tercatat menerima uang pinjaman dari UPK kecamatan Rendang, kini giliran Ketua UPK Rendang I Wayan Sukertia (48) yang ikut terseret atas kasus dugaan penyelah gunaan wewenang.

“Ya ini merupakan pengembangan kasus tersebut, kita lakukan penyidikan pada tanggal 29 April 2019 lalu dan hari ini sudah memasuki tahap dua,” kata Wakapolres Karangasem, Kompol. Aris Purwanto ketika menggelar pres rilies terkait kasus tersebut diPores Karangasem pada Selasa (05/11/2019).

Terseretnya nama Sukarita asal Banjar Dinas Kedundung, Besakih, Rendang, Karangasem ini setelah jajaran unit Tipikor Polres Karangasem melakukan pengembangan penyidikan terhadap lembaga UPK dalam hal ini ketua UPK sendiri yaitu Wayan Sukertia yang menyuruh dan memberikan arahan atau petunjuk terhadap kedua terdakwa untuk membentuk kelompok-klompok fiktif (32 klompok fiktif).

Selain itu, Sukertia juga diduga menyalah gunakan wewenang sebagai Ketua UPK sehingga menimbulkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp.1.963.417.000,00 sesuai dengan penghitungan dari BPKP.

Dalam pres rilies tersebut, Sukertia yang hadir diampingi oleh kuasa hukumnya I Made Arnawa mengatakan, terkait kasus yang menyeret namanya tersebut ia mengatakan bahwa semua sudah ada prosesnya. “Kami selaku kuasa hukum menghormati proses penyidikan kepolisian,” kata Arnawa usaui pres rilies tersebut.

Arnawa juga mengatakan setelah pres riliea tersebut berlangsung berkas kliennya juga akan langsung dilimpahkan kekejaksaan. Pihanya sendiri berencana akan mengajukan praperadilan karena pihak kuasa hukum menilai masih ada yang premature dalam kasus tersebut. (suar/bpn/tim)